Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari dengan Ukraina dipicu oleh peringatan Moskow terhadap potensi serangan pada perayaan Hari Kemenangan. Pengumuman tersebut disampaikan Putin dalam konferensi pers di Moskow pada Sabtu malam, 10 Mei 2026, menyusul ketegangan diplomatik yang melibatkan Amerika Serikat.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, Moskow memberikan peringatan tegas kepada Washington mengenai perlunya langkah keamanan bagi para diplomat di Kyiv jika Ukraina meluncurkan serangan selama parade militer berlangsung. Kesepakatan yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut akhirnya mencakup penghentian kontak senjata serta pertukaran tawanan perang dari kedua belah pihak.
Putin menjelaskan bahwa rencana gencatan senjata dan pertukaran tahanan muncul secara tak terduga pada Jumat malam setelah adanya diskusi mendalam mengenai proteksi kedutaan besar. Periode gencatan senjata ini dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Mei 2026, di mana masing-masing negara setuju untuk memulangkan 1.000 orang tahanan.
Pernyataan ini muncul setelah pemimpin Rusia tersebut menyelesaikan pertemuan bilateral dengan kepala negara dari Slovakia, Malaysia, dan Laos. Perdana Menteri Slovakia Robert Fico dilaporkan bertindak sebagai perantara dengan membawa pesan kesiapan dari pihak Ukraina untuk melakukan dialog tingkat tinggi.
Di tengah agenda diplomatik tersebut, Putin menegaskan posisinya mengenai syarat pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Ia menyatakan kesediaan untuk bertemu di mana pun, namun dengan tujuan yang sangat spesifik terkait penyelesaian konflik secara formal.
"Pada prinsipnya, kita berada pada tingkat kesepakatan yang tinggi untuk membuat langkah maju yang serius dan sangat substansial dalam kerja sama di sektor gas dan minyak," kata Putin.
Selain isu konflik Ukraina, pembicaraan tersebut merambah pada rencana kunjungan resmi ke China untuk menemui Presiden Xi Jinping pada akhir bulan ini. Putin menyoroti kemajuan signifikan dalam kerja sama energi antar kedua negara yang diharapkan dapat difinalisasi dalam waktu dekat.
"Hampir semua isu kunci telah disepakati. Jika kita berhasil menyelesaikannya dan membawa proses ini ke titik akhir selama kunjungan tersebut, saya akan sangat senang," kata Putin.
Sejauh ini, parade militer Hari Kemenangan di Moskow dilaporkan berjalan tanpa kendala keamanan. Fokus pemerintah Rusia kini beralih pada implementasi pertukaran tahanan berskala besar yang telah disepakati dalam koridor gencatan senjata tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·