Guru SDN Pejagan 11 Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Seorang guru SDN Pejagan 11 Pulo Gebang bernama Nurlaela meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin, 27 April 2026 malam, dilansir dari Kompas.

Jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di wilayah Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (28/4). Kejadian tragis ini bermula saat korban dalam perjalanan pulang kerja menggunakan transportasi kereta api yang biasa ia gunakan sehari-hari.

Adik korban, Ade Shofyan, memberikan keterangan mengenai kebiasaan kakaknya yang selalu berangkat pagi menuju tempat mengajar di Jakarta Timur.

"Berangkat sih seperti kaya pekerja guru biasa, jam 5 udah berangkat ke Stasiun Cikarang. Dari Stasiun Cikarang itu naik KRL ke Pulo Gebang, dia kan ngajarnya di Pulo Gebang," katanya dilaporkan jurnalis KompasTV Alexander Blegur, di Bekasi, Selasa.

Ade menjelaskan bahwa pihak keluarga mulai merasa cemas lantaran korban tidak kunjung tiba di rumah hingga malam hari.

"Keluarga paling lambat itu dia jam 9 kalau belum ngabarin pulang, pasti keluarga udah khawatir," katanya.

Pencarian dilakukan keluarga secara mandiri karena tidak adanya informasi awal dari pihak maskapai kereta api hingga akhirnya menghubungi ponsel korban.

"Kita langsung hubungi nomor almarhum, itu enggak ada respons, (tapi) masih nyambung. Setelah ada 1 jam, jam 11-an, itu ada jawaban dari pihak damkar, dari rescue (tim penyelamat), ada yang ngangkat, waktu itu saya telepon," ujarnya.

Petugas penyelamat mengarahkan keluarga menuju lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur untuk mengidentifikasi keberadaan korban.

Ade menyatakan bahwa rekan-rekan korban juga turut serta membantu pencarian hingga ke berbagai rumah sakit rujukan evakuasi.

"Nyari sendiri, itu rekan-rekan dari guru Pulo Gebang. Ada kisaran tiga orang, jadi mereka inisiatif nyari ke rumah sakit, kalau saya stand by di posko pengaduan," ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, turut melayat ke rumah duka dan memberikan testimoni mengenai etos kerja almarhumah selama bertugas.

"Dedikasi almarhumah terhadap sekolah menurut kesaksian kepala sekolah, teman-teman, juga beliau sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Kita doakan insyaallah almarhumah husnul khatimah (akhir yang baik)," ucapnya di Bekasi, Selasa.

Kepala Sekolah SDN Pejagan 11 Pulo Gebang, Ning, mengenang komunikasi terakhirnya dengan korban saat menghadiri sebuah acara sosial di sekolah.

"Peduli sama teman, peduli sama keluarga, pokoknya teman-teman selalu dia dulu yang mendekati, ada teman yang baru datang, dia juga yang mendekati," ujarnya di Bekasi, Selasa.

Ning mengungkapkan rasa duka yang mendalam setelah menerima kabar mengenai musibah yang menimpa rekan kerjanya tersebut.

"Kehilangan banget, lihat berita langsung sedih aja. Insyaallah dia husnul khatimah, dia orang yang baik," ucapnya.