Gus Ipul Ajak Pengurus Ponpes Sukseskan Penyelenggaran Sekolah Rakyat

Sedang Trending 2 jam yang lalu

INFO TEMPO - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para pengasuh pondok pesantren se-Madura Raya untuk ikut menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemutakhiran data sosial dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden yang berlangsung di UIN Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Ahad, 10 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Saya ingin mengajak para kyai sekalian untuk ikut memutakhirkan data. Kalau kyai punya santri, santri punya informasi, silakan dimasukkan ke sistem data yang kami punya,” ujar Gus Ipul di hadapan para pengasuh pondok pesantren, camat, lurah dan kepala desa, pendamping PKH, operator data desa, hingga perwakilan lembaga kesejahteraan sosial.

Kehadiran Gus Ipul di lokasi disambut penampilan gabungan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan. Para siswa menampilkan hadrah, pembacaan ayat suci Al-Quran, pidato, paduan suara, puisi, hingga simulasi pembelajaran digital menggunakan smart board.

Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa data memiliki peran sangat penting dalam keberhasilan program pemerintah. Karena itu, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus terus dilakukan agar bantuan dan program pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.

“Alhamdulillah, Pamekasan termasuk kabupaten yang peduli terhadap data,” katanya.

Ia menjelaskan proses pemutakhiran data dapat dilakukan melalui jalur formal mulai dari RT/RW, lurah atau kepala desa, hingga dinas sosial daerah. Selain itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping sosial, Command Center, maupun layanan WhatsApp Center.

Selain soal data, Gus Ipul juga meminta dukungan para alim ulama dan pengasuh pesantren untuk mendampingi penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di Madura, terutama dalam penguatan pendidikan karakter dan keagamaan.

“Kami mohon doa restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Pulau Madura. Kami mohon didampingi, diberi saran, kritik, dan masukan,” ujarnya.

Menurutnya, para kyai dan ustadz diharapkan dapat terlibat langsung dalam pembinaan siswa, khususnya di sistem boarding school yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Kedepan saya ingin para kyai bisa memperkuat pembinaan karakter di boarding school. Insya Allah secara bergantian ustadz-ustadz pendidik bisa mengisi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Kita semua memahami bahwa keberhasilan program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat sangat bergantung pada satu hal fundamental yaitu data yang valid, data yang adil, dan data yang mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan,” kata Kholilurrahman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Kementerian Sosial, Forkopimda Kabupaten Pamekasan, pengurus cabang Nahdlatul Ulama se-Madura Raya, serta jajaran akademisi dan tokoh masyarakat lainnya.(*)