Gus Ipul Lapor Prabowo soal Data Bansos: 11 Ribu Penerima Dicoret karena Judol

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri peringatan satu tahun program Sekolah Rakyat di Gedung Heritage Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: Dok. Kemensos

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5). Ia melapor ke Presiden Prabowo Subianto terkait pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos).

"Ya, saya mau melaporkan perkembangan pelaksanaan program strategis Presiden yang ada di Kementerian Sosial. Pertama, soal pemutakhiran data. Yang kedua soal bansos tepat sasaran, dan yang ketiga adalah soal sekolah rakyat," kata Gus Ipul kepada wartawan.

Gus Ipul mengatakan, sebanyak 11 ribu penerima bansos telah dicoret karena terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online (judol). Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penerima bansos yang dicoret karena judol ini mengalami penurunan.

"Untuk tahun 2026 ini ada 11.000 lebih yang kami coret di Triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM (keluarga penerima manfaat) yang kami coret," tutur dia.

"Artinya apa? Artinya sudah ada penurunan secara drastis ya, pemanfaatan bantuan sosial untuk kepentingan judol," sambungnya.

Gus Ipul mengatakan, dalam menyeleksi penerima bansos ini, pihaknya juga menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dia berharap, ke depan, para penerima bansos tidak menggunakan bantuan yang diberikan untuk judol.

"Harapan kami jelas itu, tetapi kami tentu mengawasi dan sekaligus memberikan pendampingan lewat pendamping-pendamping yang kami punya di setiap daerah, bekerja sama dengan pemerintah daerah," ucapnya.