Gus Kikin: Muktamar Ke-35 NU untuk kembalikan ke Qonun Asasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jombang (ANTARA) - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengatakan pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengembalikan NU kepada Qonun Asasi (aturan dasar) yang dimiliki sejak awal berdiri.

“NU itu dikembalikan ke Qonun Asasi, ikuti aturan yang ada (AD/ART). NU itu harokah, NU itu gerakan, para muassis mengajarkan ukhuwah, persatuan, solid, dan memberi contoh yang baik," katanya dalam keterangan yang diterima di Jombang, Minggu.

Ia mengatakan NU adalah organisasi kemasyarakatan yang menjunjung tinggi ukhuwah atau persatuan. Sehingga, ia berharap NU memberikan contoh yang baik untuk warga.

Gus Kikin juga menyatakan kembali ke Qonun Asasi itu ideal, karena NU akan kuat kalau ada ukhuwah, solid, dan memberi contoh baik.

Menurut dia, dengan fondasi seperti itu ada di tubuh NU, maka NU akan seperti dulu mampu menggerakkan masyarakat, karena tidak ada kepentingan pribadi, tapi kepentingan bangsa dan negara.

Ia menambahkan, para pemimpin NU pada generasi muassis/pendiri/perintis itu juga mendirikan NU sebagai respons atas kondisi global karena Raja Arab Saudi saat itu memaksakan mazhab Wahabi kepada jamaah haji dan juga berencana merusak situs bersejarah seperti makam Rasulullah, sehingga dibentuk Komite Hijaz untuk mengirim delegasi ke sana.

Ia mengungkapkan saat pertemuan Komite Hijaz di Kertopaten, Surabaya dibahas perlunya organisasi resmi untuk mengirim delegasi ke Raja Arab Saudi sehingga disepakati nama Jamiyah Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Gus Lilur: Muktamar NU 2026 momentum tentukan arah organisasi

"Anggota jamiyah itu juga ada dari Mesir dan India yang bermukim di Surabaya. Jadi, NU itu sudah lama bersifat global dari sikap/tujuan dan anggota. NU juga bukan hanya pemikiran, tapi gerakan, karena itu ada Qonun Asasi,” kata Ketua PWNU Jatim tersebut.

Terkait dengan Muktamar NU 2026 yang direncanakan digelar pada awal Agustus, Gus Kikin menegaskan siap untuk menjalankan amanat jika dirinya diberi amanat.

Ia enggan disebut meminta untuk dipilih, sebab memang tidak meminta. Hanya jika diberikan amanat, ia akan menjalankannya.

"Kalau saya didorong ya jalan, kan saya maju itu sebagai kewajiban ya sudah. Kalau tidak ada yang dorong ya nggak apa-apa, karena yang penting itu saya tidak meminta. Yang penting juga, jangan mendorong dengan menghalalkan segala cara, itu nggak mau saya," kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Prof Dr KH Masykuri Bakri berharap Muktamar NU 2026 ke depan bisa membawa NU ke arah persatuan.

“NU harus didudukkan kembali sebagaimana yang dirintis oleh KH Hasyim Asy'ari yakni bisa membawa nuansa persatuan. Persatuan dan kesatuan itu kunci utama, kami berdoa agar NU kembali ke khittah, ibarat gerbang yang keluar dari relnya maka harus dikembalikan ke rel nya," kata Masykuri.

Ia menekankan pentingnya mengembalikan alumni agar kembali ke rel, kembali ke khittah. Hal itu sesuai dengan nilai-nilai yang diwariskan pendiri NU, Hadratussyech K.H. Hasyim Asy'ari.

Baca juga: Kiai Pasuruan harapkan kerukunan jadi fokus Muktamar NU

"Jadi harapannya alumni kembali kepada rel, pada khittah. Ibarat gerbang kereta itu ketika gerbangnya ini kok sampai keluar dari relnya dikembalikan pada relnya, " kata dia.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.