Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung kesiapan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat rintisan yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal Mei 2026.
Kunjungan tersebut difokuskan pada identifikasi kondisi bangunan serta perumusan rekomendasi perbaikan agar segera dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Selama lebih dari sembilan bulan berjalan hasilnya cukup menggembirakan. Siswa mulai berkembang, dan para guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran tanpa mengandalkan tes akademik," ujar Gus Ipul di Jakarta pada Minggu.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat terus menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan pelaksanaan di 166 titik pada tahun sebelumnya, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan, sementara para guru dinilai semakin adaptif dalam mengidentifikasi potensi dan kebutuhan belajar siswa dari berbagai latar belakang.
Baca juga: Pemerintah targetkan siswa Sekolah Rakyat capai 100 ribu di 2027
Menindaklanjuti arahan Presiden, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat pada tahun ini. Jika sebelumnya mampu menampung hampir 16 ribu siswa, tahun ini ditargetkan lebih dari 30 ribu siswa dapat terlayani, termasuk melalui penambahan sekolah rintisan di berbagai lokasi.
Khusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, telah ditetapkan 10 titik sekolah rintisan, termasuk di STIP. Secara keseluruhan, lokasi tersebut diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa, dengan tahap awal sekitar 700 siswa dan tambahan 300 siswa pada pertengahan tahun.
Gus Ipul menegaskan, seluruh proses seleksi siswa dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tanpa mekanisme pendaftaran terbuka. Penjangkauan dilakukan langsung ke keluarga sasaran untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
"Tidak boleh ada titipan atau praktik yang melanggar ketentuan. Semua harus benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan," tuturnya.
Ia juga memastikan bahwa kendala di lapangan relatif minim dan hanya memerlukan perbaikan ringan pada fasilitas pendukung seperti tempat tidur, toilet, dan ruang makan.
Baca juga: Menteri PU kebut pembangunan 97 titik SR tahap II rampung Juni 2026
"Kita optimistis seluruh persiapan, termasuk renovasi ringan, dapat selesai pada akhir April sehingga kegiatan bisa dimulai awal Mei," ucap Gus Ipul.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Bisma Staniarto, serta Ketua STIP Tri Cahyadi.
Tim teknis menyampaikan dari total 56 bangunan di kawasan STIP, terdapat empat bangunan dan dua fasilitas olahraga yang diizinkan untuk dimanfaatkan sebagai Sekolah Rakyat.
"Untuk tahap awal, kapasitas yang disiapkan sekitar 100 siswa, didukung dua tenaga pembimbing dan 18 tenaga pengajar," ujar Bisma.
Hasil survei menunjukkan bahwa secara struktur, bangunan di STIP masih dalam kondisi sangat layak dan tidak ditemukan kerusakan pada fondasi, kolom, balok, maupun atap.
Selain STIP, pemerintah juga tengah menyiapkan lokasi lain, termasuk kawasan milik Lembaga Administrasi Negara (LAN), dengan kondisi bangunan yang relatif serupa dan kapasitas yang juga ditargetkan sekitar 100 siswa.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat Blora dibekali laptop untuk pembelajaran digital
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·