Pembalap tim AEON Credit MT Helmets MSI, Hakim Danish, menargetkan capaian lebih maksimal pada seri Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, meskipun menyadari ketatnya level persaingan di kelas Grand Prix dibandingkan kompetisi sebelumnya.
Danish memiliki rekam jejak impresif di Le Mans dengan koleksi tiga podium saat berlaga pada Red Bull Rookies Cup musim 2024 dan 2025, termasuk keberhasilan finis kedua dalam dua balapan tahun lalu. Namun, berkaca dari hasil di Jerez, pengalaman podium di masa lalu tidak menjadi jaminan setelah ia hanya mampu finis di urutan ke-13 pada balapan Moto3 Spanyol.
Performa pembalap asal Malaysia ini sejauh musim debutnya cenderung lebih stabil dibandingkan Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia yang rutin bersaing di barisan depan. Sebagai perbandingan, Veda konsisten finis di enam besar kecuali saat insiden terjatuh di GP Amerika, sementara raihan terbaik Danish sejauh ini adalah finis kesembilan pada seri GP Brasil.
"Dengan momentum positif dari balapan terakhir, saya menargetkan hasil yang lebih baik di seri ini," kata Danish, dikutip BolaSport.com dari Berita Harian.
Pembalap muda tersebut menekankan pentingnya persiapan matang sejak awal rangkaian pekan balap demi meraih poin maksimal di Prancis.
"Saya perlu memulai dengan kuat sejak sesi latihan bebas pertama, beradaptasi dengan cepat dengan sirkuit dan gaya berkendara, serta tetap fokus sepanjang balapan," kata Danish.
Ia juga mengakui bahwa karakteristik lintasan Le Mans sangat familiar baginya, namun atmosfer kompetisi kasta dunia memberikan tantangan yang jauh berbeda.
"Le Mans adalah salah satu sirkuit favorit saya," kata Danish menambahkan.
Pembalap bertalenta tersebut menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya harus bekerja ekstra keras karena level kesulitan di kategori utama jauh lebih tinggi.
"Saya pernah balapan di sini sebelumnya, tetapi kali ini suasananya berbeda karena kompetisi Moto3 lebih ketat," kata Danish.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·