Anggota Komisi V DPR RI Hamka B. Kady menyoroti persoalan ribuan perlintasan sebidang kereta api ilegal yang belum tertangani secara resmi di seluruh Indonesia pasca-insiden maut di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Desakan ini muncul menyusul bertambahnya jumlah korban jiwa dalam kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.
Pengelolaan perlintasan kereta yang tidak resmi dinilai menjadi persoalan krusial yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Hamka menekankan bahwa penyelesaian titik-titik rawan tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi keselamatan publik sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Perlintasan sebidang ini sudah lama menjadi perhatian kami. Menuntaskan ribuan titik rawan di seluruh Indonesia adalah hal yang mendesak dan tidak bisa ditunda lagi," kata Hamka, Anggota Komisi V DPR RI.
Minimnya tingkat disiplin pengguna jalan dan ketiadaan sistem pengamanan yang standar pada perlintasan liar dituding sebagai penyebab seringnya terjadi kecelakaan. Oleh karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan layang dan terowongan bawah tanah dianggap sebagai solusi permanen.
"Ini adalah pekerjaan rumah bersama. Keselamatan masyarakat tidak boleh ditawar," kata Hamka, Anggota Komisi V DPR RI.
Politisi dari Fraksi Partai Golkar tersebut juga menuntut adanya transparansi dalam proses penyelidikan kecelakaan di Bekasi. Investigasi yang objektif diperlukan untuk mengidentifikasi kelemahan sistemik agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.
"Investigasi harus dilakukan secara komprehensif agar kita mendapatkan akar masalah yang jelas dan bisa mencegah kejadian serupa terulang," tutur Hamka, Anggota Komisi V DPR RI.
Berdasarkan data terkini, total korban meninggal dunia dan luka-luka akibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur tersebut telah mencapai 15 orang. Proses evakuasi para korban di lokasi kejadian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan personel Basarnas.
Kronologi insiden bermula saat sebuah taksi Green SM mengalami gangguan mesin dan berhenti di atas rel tidak jauh dari stasiun. Taksi tersebut kemudian ditabrak oleh KRL rute Cikarang-Jakarta hingga menyebabkan rangkaian kereta berhenti di tengah jalur.
Situasi semakin buruk ketika kerumunan warga yang berupaya membantu evakuasi taksi tidak menyadari datangnya kereta lain. KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang dari arah Jakarta kemudian menabrak rangkaian KRL arah Cikarang yang sedang tertahan di Stasiun Bekasi Timur akibat imbas kecelakaan taksi sebelumnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·