Hapoel Tel Aviv Tantang Maccabi Haifa dalam Lanjutan Liga Israel

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Hapoel Tel Aviv dijadwalkan menjamu Maccabi Haifa dalam pertandingan pekan ke-29 Liga Premier Israel pada Rabu, 29 April 2026. Laga ini menjadi krusial bagi tuan rumah yang sedang mengejar posisi tiga besar klasemen demi tiket kompetisi Eropa musim depan.

Hapoel Tel Aviv saat ini menempati peringkat keempat klasemen dengan raihan 52 poin dari 28 pertandingan, hanya terpaut tiga angka dari zona tiga besar. Sebaliknya, Maccabi Haifa tertahan di posisi kelima dengan 42 poin dan tertinggal 10 angka dari zona Eropa menurut data Rating Bet.

Statistik menunjukkan performa kontras kedua tim, di mana Hapoel hanya kebobolan empat gol dalam sepuluh laga terakhir, sementara Maccabi Haifa menelan lima kekalahan dari enam laga. Sejarah pertemuan sejak 2023 mencatat Maccabi Haifa menang dua kali, Hapoel sekali, dan dua laga berakhir imbang.

Di sisi lain, catatan sejarah rivalitas klub Israel juga melibatkan Be’ersheva yang telah menghadapi Maccabi Tel Aviv sebanyak 138 kali. Dilansir dari laman resmi Maccabi Tel Aviv, klub tersebut mencatatkan 65 kemenangan, 33 kekalahan, dan 40 hasil imbang melawan Be’ersheva.

Statistik Pertemuan Playoff Maccabi Tel Aviv vs Be'ershevaKategoriJumlah PertandinganMaccabi MenangBe'ersheva MenangSeri
Total Playoff261169
Playoff di Stadion Bloomfield9504

Rekor individu dalam sejarah pertemuan tersebut dipegang oleh Sheran Yeini dengan 34 penampilan, disusul Dor Peretz dengan 29 laga. Benny Tabak menjadi pencetak gol terbanyak dengan sembilan gol, diikuti Eli Driks dan Eran Zahavi yang masing-masing mengoleksi delapan gol.

Mengenai sejarah kesuksesan klub Israel di kancah internasional, mantan pemain Sofoklis Schortsanitis menceritakan kenangan unik saat Maccabi Electra Tel Aviv menjuarai EuroLeague 2014 di Milan. Perjalanan juara tersebut hampir terhambat masalah teknis sebelum pertandingan dimulai di Mediolanum Forum.

"We had a problem with my shoes," recalled Schortsanitis, reflecting on the logistical nightmare of finding footwear for his massive frame. "They had broken, and I had to find a new pair to play. And we were searching, we were asking. I called them and said, ‘Guys, I need shoes.’ Luckily, Nike sent me a pair just before the game." ujar Sofoklis Schortsanitis, Mantan Pemain.

Schortsanitis mengungkapkan bahwa timnya saat itu merupakan kuda hitam yang berhasil bangkit melawan CSKA di semifinal sebelum bertemu Real Madrid di final. Ia memegang teguh takhayul olahraga bahwa sebuah tim tidak akan kalah tiga kali berturut-turut dari lawan yang sama dalam satu musim.

"They used to say then, and I believe they still say it, that if you lose two games against the same team, home and away, you don’t lose a third time. I said OK, we lost twice to Real, and I thought we won’t lose this one," sebut Sofoklis Schortsanitis, Mantan Pemain.

Keyakinan tersebut terbukti saat Maccabi mengalahkan Real Madrid melalui babak perpanjangan waktu. Menutup kisahnya kepada Eurohoops, sang legenda basket Yunani memberikan pesan kepada para atlet muda mengenai ketenangan mental dalam menghadapi tekanan tinggi di pertandingan besar.

"The important thing is to keep your mind calm and not to have too many expectations," kata Sofoklis Schortsanitis, Mantan Pemain.