Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menghidupkan kembali nilai budaya sekaligus memajukan kualitas pendidikan nasional dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67.
"Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di halaman Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin.
Dalam upacara tersebut, Munjirin membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu'ti terkait hakikat pendidikan adalah proses tulus untuk memanusiakan manusia.
Mengusung tema, "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua", peringatan Hardiknas diharapkan menjadi momentum refleksi mendalam untuk menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional.
"Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan dan menghidupkan spirit pendidikan nasional, pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia," jelas Munjirin.
Hal ini juga sejalan dengan fondasi yang diletakkan oleh Ki Hajar Dewantara melalui sistem Among, yakni prinsip asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan).
Untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang solid, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini mengintegrasikan empat pilar utama, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Namun begitu, Munjirin menegaskan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam memajukan kualitas pendidikan tanpa adanya dukungan kolaboratif dari dunia usaha dan berbagai lembaga terkait lainnya.
"Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga-lembaga yang berkomitmen memajukan pendidikan," ucap Munjirin.
Lebih lanjut, Munjirin menggarisbawahi keberhasilan kebijakan pendidikan sangat bergantung pada prinsip 3M, yaitu mindset (pola pikir) yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.
"Tanpa ketiga elemen dasar ini, program pendidikan hanya akan menjadi formalitas belaka," ucap Munjirin.
Upacara peringatan Hardiknas tahun ini diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Timur.
Baca juga: Pram yakin Jakarta bisa jadi "role model" pendidikan di Indonesia
Baca juga: Hardiknas ruang refleksi hidupkan semangat pendidikan nasional
Baca juga: Legislator DKI: Pendidikan adalah senjata utama untuk lawan kemiskinan
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·