Jakarta (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) merayakan dies natalis ke-42 dengan menggelar berbagai perlombaan Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga, dan Seni Nasional atau Disporseni 2026 untuk mahasiswa lintas perguruan tingi dan siswa SMA/sederajat se-Indonesia.
Rektor UT Ali Muktiyanto di Kampus UT Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Senin, mengatakan kegiatan ini wahana yang dipersiapkan untuk membangkitkan minat, bakat, seni, dan potensi diri, baik dalam kegiatan co-curriculum maupun extra-curriculum.
"Disporseni ini menjadi peneguhan kembali konsistensi kita dalam rangka untuk membangkitkan, menyalurkan, dan membuktikan prestasi dan kemampuan dari para mahasiswa kita," katanya.
Ia mengatakan kegiatan ini bagian dari dies natalis ke-42, yang merupakan usia matang untuk membuktikan UT sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) dengan sistem unggulan pembelajaran jarak jauh (PJJ), bisa hadir memberikan kesempatan luas masyarakat menikmati pendidikan tinggi, berkualitas, dan fleksibel.
Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Beny Bandanadjaja menyatakan dukungan terhadap kegiatan ini.
Baca juga: Legislator minta status kuliah "online" diperjelas dalam RUU Sisdiknas
Ia menilai tema yang diusung pada tahun ini, "Sportivitas dan Kreativitas untuk Prestasi Negeri", tepat dengan kebutuhan zaman, di mana era kehidupan penuh perubahan cepat, ketidakpastian, dan kompleksitas dihadapi sehari-hari.
"Tentunya dalam situasi ini kita tidak bisa hanya diam saja, kita membutuhkan lulusan yang cerdas secara akademik tetapi juga sosok yang tangguh secara mental, luas dalam berpikir dan kuat dalam karakter, itulah kita sebut sebagai soft skill," ujarnya.
Maka dari itu, ia menekankan olahraga dan seni menjadi bagian strategis membentuk SDM berkualitas, karena keduanya melatih disiplin, ketekunan, daya juang, dan kemampuan bekerja sama yang dibutuhkan insan yang unggul.
Ajang tersebut akan berlangsung hingga September 2026, melibatkan 39 UT daerah dan satu UT layanan luar negeri, serta diikuti mahasiswa lintas perguruan tinggi dan siswa SMA sederajat dari berbagai wilayah Indonesia.
Sebanyak 18 cabang perlombaan dan pertandingan digelar dalam tiga kategori utama yang saling melengkapi. Pada kategori diskusi ilmiah, peserta berkompetisi dalam business plan and digital entrepreneurship, olimpiade sains, debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, debat hukum, karya tulis ilmiah, hingga produk inovatif yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan solutif.
Dari ranah intelektual, dinamika berlanjut pada kategori olahraga yang menghadirkan pertandingan basket, tenis meja, catur online, dan UT Fun Run. Di bagian ini, sportivitas tidak hanya menjadi nilai yang dijunjung, tetapi juga dipraktikkan secara langsung dalam setiap pertandingan.
Kategori seni membuka ruang ekspresi melalui festival talenta, seperti seni suara, seni tari, monolog, komedi tunggal, hingga lomba kreatif seperti LKBB, MTQ, dan konten TikTok edukatif yang mencerminkan perkembangan kreativitas generasi muda saat ini.
Baca juga: Rektor UT ajak para atlet untuk berkuliah di UT lewat skema beasiswa
Baca juga: Menko Muhaimin ajak alumni Universitas Terbuka jadi agen pemberdayaan
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·