Harga emas batangan 24 karat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan pergerakan fluktuatif namun cenderung menguat dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia Antam pada Minggu (19/4/2026), harga emas mengakhiri perdagangan di level Rp 2.884.000 per gram pada Sabtu (18/4).
Dilansir dari Detik Finance, angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan sebesar Rp 66.000 per gram dibandingkan posisi awal pekan yang dibuka pada harga Rp 2.818.000.
Tren kenaikan harga ini terpantau sejak Senin (13/4) hingga mencapai puncaknya pada pertengahan pekan sebelum akhirnya terkoreksi tipis dan stabil di akhir pekan.
Laju harga emas Antam sempat menyentuh level tertinggi mingguan pada Rabu (15/4) saat menyentuh angka Rp 2.893.000 per gram.
Namun, nilai logam mulia ini mulai menyusut pada Kamis (16/4) menjadi Rp 2.888.000 dan kembali melandai ke angka Rp 2.868.000 pada Jumat (17/4).
Pemulihan harga kembali terjadi pada Sabtu (18/4), di mana nilai emas batangan naik kembali ke level Rp 2.884.000 per gram untuk menutup perdagangan pekan ini.
Kenaikan Signifikan Harga Buyback
Kenaikan lebih tajam justru terlihat pada harga beli kembali atau buyback yang melonjak sebesar Rp 96.000 dalam periode sepekan.
Harga buyback, yang merupakan acuan harga jika pemilik ingin menjual kembali emasnya ke Antam, naik dari Rp 2.585.000 menjadi Rp 2.681.000 per gram.
Bagi konsumen yang akan melakukan transaksi buyback, perlu memperhatikan regulasi perpajakan yang berlaku terkait penarikan dana tersebut.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai melampaui Rp 10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.
Besaran pajak yang ditetapkan adalah 1,5% dan akan dipotong secara langsung dari total nilai transaksi yang diterima oleh penjual pada saat proses buyback berlangsung.
| 1.492.000 | 2.884.000 |
| 5.708.000 | 8.537.000 |
| 14.195.000 | 28.335.000 |
| 70.712.000 | 141.345.000 |
| 282.612.000 | 706.265.000 |
| 1.412.320.000 | 2.824.600.000 |
Pergerakan harga emas ini menjadi perhatian para investor logam mulia mengingat volatilitas pasar yang terjadi sepanjang pekan ketiga April 2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·