Harga Emas Dunia Menguat Imbas Pelemahan Dollar AS dan Minyak

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Lonjakan harga komoditas emas terjadi di pasar global seiring dengan melemahnya nilai tukar dollar AS dan harga minyak mentah pada penutupan perdagangan Senin (25/5/2026) waktu setempat. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terkait prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sebagaimana dilansir dari Money.

Berdasarkan data dari Reuters, harga emas spot mencatatkan kenaikan sebesar 1,2 persen ke posisi 4.561,51 dollar AS per ons. Pada saat yang sama, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Juni juga mengalami penguatan sebesar 0,9 persen hingga mencapai 4.563,60 dollar AS per ons.

Analis UBS Giovanni Staunovo menjelaskan bahwa pergerakan harga emas saat ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan fluktuasi harga minyak dunia dan proyeksi kebijakan suku bunga di Amerika Serikat.

"Aset keuangan saat ini sangat dipengaruhi oleh harga minyak, begitu pula dengan harga emas," ujar Giovanni Staunovo, Analis UBS.

Menurut analis tersebut, penurunan harga minyak global memberikan dampak positif yang membuka ruang bagi penguatan harga emas karena turut memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Sikap optimistis para pelaku pasar muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mengadakan pembahasan intensif mengenai nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz. Langkah ini meredakan kekhawatiran terhadap inflasi jangka panjang meskipun AS dan Iran masih berupaya menyelesaikan sejumlah perbedaan penting dari konflik yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir.

Dampak dari perkembangan geopolitik ini juga terlihat pada pergerakan instrumen keuangan lainnya di mana pasar saham global meroket, sementara minyak jatuh di bawah 100 dollar AS per barrel ke level terendah dalam dua pekan. Di samping itu, nilai investasi logam mulia lainnya ikut terangkat dengan kenaikan perak spot sebesar 2,5 persen menjadi 77,41 dollar AS, platinum naik 1,9 persen menjadi 1.959,30 dollar AS, dan palladium menguat 2,8 persen ke posisi 1.386,00 dollar AS per ons.

Fluktuasi harga ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed yang kini dipimpin oleh Kevin Warsh setelah resmi dilantik pada Jumat (22/5/2026). Saat ini pelaku pasar memperkirakan adanya peluang sebesar 40 persen bagi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang akibat imbas konflik Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.