Harga gas alam cair (LNG) spot di pasar Asia diperkirakan akan mengalami kenaikan. Peningkatan ini terjadi setelah Amerika Serikat memulai langkah blokade di Selat Hormuz, menyusul kegagalan perundingan damai antara Washington dan Teheran pada akhir pekan lalu, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Senin (13/4/2026).
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan bahwa pasukan AS akan mulai memberlakukan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang keluar-masuk pelabuhan Iran. Implementasi blokade ini dijadwalkan pada Senin pukul 10.00 waktu New York.
Centcom juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran. Keputusan ini diambil setelah kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan damai.
Kegagalan perundingan ini menimbulkan kekhawatiran besar akan terhambatnya pasokan LNG yang melewati selat tersebut. Sebelum konflik pada akhir Februari, sekitar seperlima dari pasokan bahan bakar global diangkut melalui jalur vital ini.
Pada Senin, harga minyak dan gas alam di Eropa juga melonjak tajam dalam perdagangan Asia, mencerminkan ketegangan di kawasan tersebut. Para pedagang kini memantau dengan cermat respons pasar.
Perhatian khusus akan diberikan pada seberapa agresif China, pembeli LNG terbesar di dunia tahun lalu, dalam mengisi kembali cadangannya. Analis pasar juga akan mengamati apakah negara tersebut akan perlu mengalihkan pengiriman dari Eropa untuk memenuhi kebutuhannya.
Sejalan dengan antisipasi tersebut, China National Petroleum Corp, perusahaan minyak dan gas milik negara, telah memulai pengisian gas. Mereka mengisi lokasi penyimpanan bawah tanah utama di seluruh wilayah barat Tiongkok bulan ini untuk memastikan pasokan yang memadai.
Harga LNG sendiri telah melonjak sejak pecahnya konflik. Meskipun sempat turun dari puncaknya di sekitar US$25 per juta British thermal units pada minggu pertama perang, optimisme akan kesepakatan gencatan senjata sempat mendorong harga turun sedikit di atas US$17 pekan lalu.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·