Pada Senin, 13 April 2026, para ahli minyak dan gas (migas) memperkirakan Indonesia akan membayar harga minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) 20 hingga 30 persen lebih mahal dari harga acuan West Texas Intermediate (WTI). Kenaikan ini disebabkan oleh tingginya permintaan dan tantangan dalam ekspor dari AS, menurut laporan yang dilansir dari Bloomberg Technoz.
Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal menyatakan bahwa Indonesia akan bersaing ketat dengan negara-negara Asia lainnya untuk mendapatkan pasokan minyak dari AS. Hal ini disebabkan oleh gangguan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah akibat penutupan Selat Hormuz.
Di saat permintaan minyak AS meningkat, sistem ekspor AS menghadapi kendala logistik. Moshe memprediksi dua faktor tersebut akan mendorong AS menetapkan harga lebih tinggi untuk produk minyak mentahnya.
"Ya hukum ekonomi ya, demand meningkat harga juga akan meningkat, sudah jelas. Jadi terlepas dari sentimen pasar yang sekarang lagi gejolak ya, itu sudah pasti. Mereka [AS] bisa matokin harga di atas dari harga indeks," kata Moshe Rizal ketika dihubungi pada Senin. Ia menambahkan bahwa harga yang dibayarkan Indonesia tidak hanya bergantung pada indeks, tetapi juga pada sumber dan kondisi pasar.
Moshe mendorong pemerintah untuk mendiversifikasi sumber impor minyak mentah untuk mengurangi ketergantungan pada impor dari Timur Tengah. Ia menyarankan peningkatan impor dari Afrika, Amerika Latin, dan Rusia. Ia menambahkan bahwa Indonesia bisa meraup keuntungan jika telah mengimpor minyak mentah Rusia lebih awal, terutama saat Rusia menawarkan harga murah saat perang Ukraina.
Ekspor minyak mentah dari Pantai Teluk AS diperkirakan mencapai rekor 5 juta barel per hari pada Mei. Pengiriman pada April mencapai sekitar 4,9 juta barel per hari, meningkat dari 3,97 juta barel per hari pada Maret. Sekitar 28 kapal supertanker telah dikontrak untuk mengangkut minyak mentah AS pada Mei, dibandingkan dengan sekitar lima kapal tanker pada waktu yang sama setiap bulannya.
Menteri ESDM mengklaim Indonesia telah mengimpor minyak mentah dari AS, tetapi tidak mengungkapkan volume impor tersebut. Pada pukul 6:00 pagi di Singapura, harga Brent mencapai $102,39 per barel, naik 7,6%. WTI untuk pengiriman Mei naik 7,1% menjadi $103,44 per barel.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·