Harga Minyak Goreng Stabil pada 12 April 2026, Subsidi Pemerintah Berlanjut

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Harga minyak goreng di berbagai pasar tradisional dan ritel modern di Indonesia terpantau stabil pada Sabtu, 12 April 2026. Stabilitas ini merupakan dampak langsung dari kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan komoditas esensial tersebut.

Sejak akhir tahun 2021, harga minyak goreng sempat melonjak drastis, mencapai angka Rp 24.000 per liter untuk kemasan bermerek. Namun, melalui intervensi pemerintah dan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET), gejolak harga berhasil diredam.

Pemerintah terus melanjutkan kebijakan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah, yang berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022, masih berada di kisaran Rp 11.500 per liter.

HET ini berlaku sejak 1 Februari 2022 dan menjadi patokan agar konsumen dapat mengakses minyak goreng dengan harga yang wajar. Kebijakan ini juga bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi harga komoditas global.

"Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng. Subsidi yang diberikan merupakan upaya nyata kami agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani kenaikan harga yang tidak wajar," ujar perwakilan Badan Pangan Nasional dalam sebuah kesempatan.

Meskipun demikian, beberapa konsumen masih mempertanyakan "kenapa minyak goreng mahal" di beberapa wilayah. Hal ini kerap kali disebabkan oleh kendala distribusi atau praktik penimbunan yang tidak bertanggung jawab, meskipun kasusnya semakin jarang.

Perbandingan Harga Minyak Goreng Berbagai Merek

Untuk minyak goreng kemasan, variasi harga masih ditemukan berdasarkan merek dan volume. Namun, secara umum, harga cenderung stabil dan terkendali. Berikut adalah perkiraan harga beberapa merek minyak goreng yang beredar di pasaran pada 12 April 2026:

  • Minyak goreng curah: Rp 11.500 – Rp 12.000 per liter
  • Minyak goreng kemasan 1 liter (non-subsidi): Rp 16.000 – Rp 18.500
  • Minyak goreng kemasan 2 liter (non-subsidi): Rp 32.000 – Rp 36.500

Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk laporan dari Kementerian Perdagangan dan pantauan di beberapa platform ritel daring. Konsumen disarankan untuk memantau terus informasi harga resmi untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Ketersediaan minyak goreng bersubsidi juga tetap menjadi fokus pemerintah, terutama melalui program bantuan pangan atau distribusi di pasar-pasar rakyat. Hal ini memastikan masyarakat kurang mampu tetap memiliki akses terhadap minyak goreng dengan harga yang sangat terjangkau.

Harga Minyak Goreng Kemasan dan Curah Naik Tajam! - [Metro Siang | METRO TV

]

Dampak Stabilitas Harga bagi Konsumen dan Pelaku Usaha

Stabilitas harga minyak goreng terbaru ini memberikan dampak positif bagi konsumen, terutama rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada komoditas ini. Dengan harga yang tidak bergejolak, biaya produksi makanan dapat lebih terkontrol, sehingga harga jual produk akhir pun tetap stabil.

Menurut laporan Kontan, kestabilan harga saat ini berbeda jauh dengan kondisi di akhir tahun 2021 dan awal 2022 saat terjadi kelangkaan minyak goreng yang signifikan. Kondisi pasar saat ini dinilai lebih kondusif dan prediktif bagi seluruh rantai pasok.

Pemerintah juga terus melakukan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi untuk mencegah praktik-praktik yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar. Tim satgas pangan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan ketersediaan dan harga minyak goreng tetap stabil hingga ke tingkat konsumen.

Informasi ini bukan saran investasi. Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.