Harga Minyak Melonjak 3 Persen Imbas Gagalnya Kesepakatan Damai AS-Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi kilang minyak Foto: Reuters/Todd Korol

Harga komoditas terpantau mayoritas mengalami penurunan harga, yaitu timah, nikel dan batu bara. Hanya Crude Palm Oil (CPO) dan minyak mentah yang mengalami kenaikan harga.

Minyak Mentah

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan Senin (11/5) setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan terkait proposal perdamaian yang disusun Washington. Kondisi tersebut membuat Selat Hormuz sebagian besar masih tertutup sehingga pasokan energi global tetap ketat.

Mengutip Reuters, berdasarkan data perdagangan hingga pukul 23.36 GMT, harga minyak mentah Brent berjangka naik USD 3,18 atau 3,14 persen menjadi USD 104,47 per barel, melanjutkan penguatan 1,23 persen pada perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, harga minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik USD 3,09 atau 3,24 persen ke level USD 98,51 per barel, setelah sebelumnya ditutup menguat 0,64 persen.

Batu Bara

Sedangkan harga batu bara sedikit melemah pada penutupan perdagangan Jumat (8/5). Harga batu bara ICE Newcastle berdasarkan situs Barchart ditutup melemah 0,75 persen menjadi USD 134,45 per ton.

CPO

Sejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTO

Harga minyak kelapa sawit CPO) juga naik tipis pada perdagangan Senin (11/5). Berdasarkan situs tradingeconomics.com, harga CPO naik 0,31 persen menjadi MYR 4.541 per ton.

Nikel

Adapun harga nikel terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga nikel turun 0,31 persen menjadi USD 18.892 per ton.

Timah

Harga timah juga terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga timah turun 1,49 persen dan menetap di USD 53.877 per ton.

instagram embed