Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan stabil di bawah level US$92 per barel pada Rabu, 15 April 2026, menyusul upaya Amerika Serikat dan Iran untuk mengatur putaran kedua pembicaraan damai.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, pergerakan harga ini terjadi setelah minyak WTI merosot hampir 8 persen pada perdagangan Selasa akibat dinamika blokade di Selat Hormuz yang masih menghambat pasokan energi global.
Sumber yang mengetahui masalah tersebut menyatakan bahwa kedua negara menargetkan negosiasi baru sebelum masa gencatan senjata berakhir pada pekan depan, dengan Pakistan menjadi salah satu kandidat lokasi pertemuan.
Pada perdagangan Rabu pukul 06:23 pagi di Singapura, minyak WTI untuk pengiriman Mei terpantau naik tipis 0,2 persen ke angka US$91,45 per barel.
Sementara itu, kontrak minyak Brent untuk pengiriman Juni ditutup melemah 4,6 persen pada posisi US$94,79 per barel pada sesi perdagangan hari Selasa kemarin.
Ketegangan di jalur perairan strategis masih berlanjut seiring langkah Angkatan Laut AS yang mempertahankan blokade di Hormuz guna membatasi aktivitas ekspor minyak Republik Islam Iran.
Pihak Teheran saat ini tengah mempertimbangkan penghentian sementara pengiriman melalui jalur tersebut guna menghindari konfrontasi langsung dengan pengepungan militer yang dilakukan pihak Amerika Serikat.
"Perkembangan berita terus mendominasi pergerakan harga, dengan pasar cenderung mengarah pada normalisasi arus pasokan pada akhir April," kata Rebecca Babin, trader energi senior di CIBC Private Wealth Group.
Babin menambahkan bahwa peningkatan volume lalu lintas kapal secara berkelanjutan serta arah negosiasi akan menjadi sinyal utama yang diperhatikan oleh pelaku pasar global dalam waktu dekat.
Presiden AS Donald Trump memberikan indikasi bahwa diskusi lanjutan dapat terlaksana dalam dua hari mendatang di Pakistan, melanjutkan sesi pembicaraan di Islamabad yang sebelumnya belum membuahkan kesepakatan.
Di sisi lain, tekanan ekonomi terhadap Iran tetap ditingkatkan melalui kebijakan Departemen Keuangan AS yang akan mengakhiri pengecualian sementara pembelian minyak mentah Iran pada akhir pekan ini.
Gangguan pasokan ini memicu lonjakan harga produk fisik seperti bensin, yang menurut International Energy Agency berisiko menekan angka konsumsi energi global sepanjang tahun 2026.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·