Harga RAM DDR5 di China Anjlok Hingga 34 Persen Akibat Aksi Cuci Gudang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Distributor memori di China dilaporkan sedang dilanda kepanikan yang memicu aksi cuci gudang besar-besaran terhadap stok Random Access Memory (RAM). Langkah ini diambil setelah mereka sebelumnya menimbun komponen tersebut saat harga melonjak akibat krisis memori global.

Dikutip dari Tekno, fenomena pelepasan stok ini telah menyebabkan harga RAM di pasar China merosot tajam, terutama untuk varian DDR5. Penurunan nilai ini menjadi sinyal melemahnya kekuatan para penimbun di tengah perubahan dinamika pasar.

Data menunjukkan bahwa harga modul DDR5 SO-DIMM 16 GB di pasar lokal turun dari sekitar 1.759 yuan atau setara Rp 4,3 juta menjadi 1.159 yuan atau sekitar Rp 2,8 juta. Angka ini mencerminkan penurunan sekitar 34 persen jika dibandingkan dengan posisi pada Februari 2026.

Pelemahan pasar menjadi alasan utama para distributor terpaksa melepas simpanan mereka. Vendor skala kecil kini tidak sanggup lagi menyerap pasokan dengan harga tinggi, ditambah dengan menurunnya permintaan dari sektor konsumen PC rumahan.

Faktor lain yang memicu kekhawatiran adalah inovasi teknologi terbaru dari Google yang bernama "TurboQuant". Teknologi kompresi memori ini diklaim memiliki kemampuan memangkas penggunaan memori hingga enam kali lipat untuk operasional kecerdasan buatan (AI).

Kehadiran TurboQuant membuat para penimbun khawatir bahwa permintaan dari pusat data berskala besar akan menyusut drastis. Kondisi tersebut memaksa mereka untuk segera menjual stok yang ada sebelum harga jatuh lebih dalam lagi.

Perbandingan Harga dengan Tahun Sebelumnya

Meskipun terjadi penurunan yang signifikan pada periode pekan terakhir April, harga RAM saat ini sebenarnya masih tergolong tinggi jika dibandingkan kondisi normal. Pada periode yang sama di tahun lalu, modul serupa hanya dibanderol sekitar 246 yuan atau Rp 600 ribuan.

Hal ini menunjukkan bahwa harga DDR5 saat ini masih hampir lima kali lipat lebih mahal dibandingkan harga tahun sebelumnya. Tren penurunan ini tidak hanya terjadi di China, melainkan juga mulai merambah ke pasar global secara bertahap.

Di Jerman, harga DDR5 terpantau turun sekitar 7 persen pada Maret lalu. Sementara itu, di Amerika Serikat, kit DDR5 32 GB dari brand Corsair dilaporkan mengalami penurunan harga hingga mencapai angka 20 persen.

Dampak bagi Konsumen Akhir

Secara umum, level harga memori masih berada pada posisi 4 hingga 5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan sebelum lonjakan besar akibat permintaan industri AI. Produsen memori tetap memprioritaskan pasokan untuk pusat data dibandingkan pasar konsumen.

Kebijakan prioritas tersebut menyebabkan suplai untuk perangkat PC dan laptop tetap terbatas di pasaran. Meskipun harga di pasar spot mulai turun karena aksi cuci gudang, dampaknya mungkin tidak langsung dirasakan oleh pembeli laptop atau PC rakitan.

Kondisi ini disebabkan oleh mekanisme pembelian produsen besar yang menggunakan kontrak jangka panjang. Mereka tidak menggunakan harga harian di pasar bebas sebagai acuan utama, sebagaimana dihimpun dari laporan Tech Radar dan WCCF Tech.