Harga Tembaga Dunia Bertahan Tinggi di Tengah Upaya Damai Timur Tengah

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Harga tembaga dunia mempertahankan tren kenaikan di London Metal Exchange (LME) pada Selasa (26/5/2026) seiring langkah pelaku pasar memantau perkembangan negosiasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, komoditas logam industri tersebut bergerak stabil pada kisaran US$13.667 per ton setelah sempat membukukan penguatan di atas 1 persen pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Aktivitas pasar di LME sendiri sempat dihentikan sementara pada Senin kemarin akibat adanya peringatan hari libur nasional.

Optimisme pasar kembali mencuat menyusul pernyataan mengenai progres positif dari meja diplomasi yang melibatkan beberapa negara terkait dalam konflik tersebut.

"berjalan dengan baik." kata Donald Trump, Presiden AS mengenai jalannya negosiasi dengan Iran terkait kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Langkah mediasi ini juga mendapat dukungan dari pihak militer yang bertindak sebagai jembatan komunikasi antarnegara yang terlibat perselisihan.

"hampir tercapai." ujar Asim Munir, Kepala Militer Pakistan yang menjadi perantara utama saat menyampaikan perkembangan kesepakatan kepada pihak China.

Namun, sentimen positif ini sedikit tertahan oleh laporan eskalasi militer terbaru dari Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyerang situs rudal Iran.

Media pemerintah Nour News mengonfirmasi bahwa operasi militer di selatan Pulau Larak tersebut mengakibatkan gugurnya beberapa personel Iran tanpa merinci detail korban.

Terlepas dari ketegangan geopolitik, lonjakan harga tembaga ke level tertinggi bulan ini juga disokong oleh tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Komoditas tembaga merupakan material vital dalam pembangunan pusat data yang mengoperasikan berbagai proyek komputasi masa depan.

Pergerakan positif di pasar Shanghai pada pukul 12.58 siang mencatat kenaikan harga tembaga sebesar 1,12 persen menjadi US$13.667 per ton.

Tren penguatan ini turut mengerek harga logam lain, seperti aluminium yang naik 0,34 persen ke US$3.650, nikel menguat 0,99 persen ke US$18.913, dan seng tumbuh 0,58 persen ke posisi US$3.543 per ton.