Hari Kartini Versi Maudy Ayunda: Berani Mengenal Diri Sendiri dan Melawan Batasan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CANTIKA.COMJakarta - Semangat Raden Ajeng Kartini tak pernah benar-benar padam. Di tengah dunia yang terus berubah, nilai-nilai yang ia perjuangkan justru semakin relevan terutama bagi perempuan masa kini yang hidup di era modern penuh pilihan, tetapi juga tekanan sosial. Tepat di Hari Kartini, semangatnya kembali dirayakan.

Bagi Maudy Ayunda, sosok Kartini bukan sekadar pahlawan emansipasi, melainkan simbol keberanian untuk mengenal diri sendiri dan memperjuangkan apa yang diyakini benar, bahkan ketika itu tidak dianggap “wajar” oleh lingkungan sekitar.

Dalam pandangan Maudy, salah satu hal paling menginspirasi dari Kartini adalah rasa ingin tahunya yang begitu besar. Kartini dikenal gemar membaca dan menulis, serta memiliki keinginan kuat untuk memahami dunia di luar batasan yang ada pada masanya.

“Hal yang aku lihat sangat keren dari sosok Kartini adalah cara dia memperjuangkan dirinya sendiri. Dia banyak membaca, menulis, dan punya rasa ingin tahu yang tulus. Dari situ dia jadi mengenal apa yang sebenarnya dia inginkan,” ungkap Maudy saat ditemui di Jakarta, Jumat, 17 April 2026. 

Pesan ini terasa dekat dengan generasi sekarang. Di tengah arus informasi yang cepat, menjaga rasa ingin tahu bukan hanya soal belajar, tapi juga tentang memahami diri sendiri apa yang kita suka, apa yang kita perjuangkan, dan siapa kita sebenarnya.

Kartini hidup di masa ketika perempuan memiliki ruang gerak yang sangat terbatas. Namun, alih-alih menerima keadaan, ia justru berani mempertanyakan sistem yang ada.

Menurut Maudy, sikap kritis ini adalah pelajaran penting bagi perempuan masa kini. “Kita harus berani mempertanyakan, apakah cara dunia berjalan sekarang ini benar-benar seperti yang kita inginkan? Jadi kita tidak hanya menerima begitu saja,” ujarnya.

Di era modern, keberanian untuk berpikir kritis menjadi bentuk baru dari perjuangan Kartini. Tidak lagi soal melawan aturan secara fisik, tetapi tentang berani bersuara, mengambil sikap, dan menentukan pilihan hidup.

Lebih jauh, Maudy juga menyoroti pentingnya menjadi autentik, jujur terhadap diri sendiri. Baginya, perjuangan Kartini tidak hanya tentang emansipasi perempuan, tetapi juga tentang keberanian untuk menjadi diri sendiri. “Kita harus berani fight untuk authenticity diri kita sendiri, sambil juga memperjuangkan orang lain,” kata Maudy.

Nilai ini terasa semakin penting di era media sosial, ketika standar dan ekspektasi sering kali membentuk cara seseorang melihat dirinya. Menjadi autentik bukan hal mudah, tetapi justru di situlah letak kekuatan.

Menariknya, Maudy menegaskan bahwa semangat Kartini tidak terbatas pada satu bidang saja. Perempuan masa kini bisa menjadi “Kartini” dalam berbagai peranbaik di dunia profesional, kreatif, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari. “Semua itu bisa dilakukan di bidang apa pun, di ruang apa pun, dengan peran kita masing-masing,” jelasnya.

Hari Kartini pun menjadi momen refleksi: bahwa perjuangan tidak selalu besar dan dramatis. Terkadang, ia hadir dalam bentuk sederhana berani memilih jalan hidup sendiri, berani bersuara, dan tetap setia pada nilai yang diyakini.

ECKA PRAMITA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.