Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri penyakit tuberkulosis (TBC) dalam rangka peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026.
“Pesannya hanya satu, edukasi. Bahwa TBC itu bukan sesuatu yang aib, TBC itu bisa sembuh,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho dalam peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 di Poins Square Jakarta, Kamis.
Ali menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penyakit TBC yang selama ini masih melekat.
Dia mengatakan penanganan TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada Suku Dinas Kesehatan, melainkan membutuhkan peran bersama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga keluarga pasien.
Menurut dia, masih banyak masyarakat yang menganggap TBC sebagai penyakit yang menakutkan dan harus disembunyikan, sehingga menghambat upaya penanganan.
“Ini harus kita sampaikan dengan baik dan benar di masyarakat bahwa TBC itu bisa disembuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri, menambahkan berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi TBC, antara lain melalui peningkatan penemuan kasus dengan skrining aktif, penyebarluasan informasi, penguatan layanan kesehatan, serta pengembangan inovasi berbasis masyarakat melalui kampung siaga TBC.
"Kami masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti stigma di masyarakat, keterlambatan penemuan kasus, serta kepatuhan pengobatan yang belum optimal. Untuk itu, peran semua pihak, terutama kader kesehatan, sangat dibutuhkan," ucapnya.
Debi memaparkan saat ini Jakarta Selatan berada di peringkat ketiga jumlah kasus TBC terbanyak di DKI Jakarta.
Oleh karena itu, dia memastikan fasilitas Puskesmas di Jakarta Selatan telah memadai untuk menangani pasien TBC.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan diagnosis TBC, pasien dapat langsung menjalani pengobatan hingga tuntas selama enam bulan.
"Melalui peringatan ini, kami mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Dengan kebersamaan, target eliminasi TBC optimistis dapat tercapai," katanya.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan eliminasi TBC pada 2030 melalui penguatan edukasi, deteksi dini, serta kolaborasi lintas sektor.
Peringatan tahun ini mengusung tema global "Yes! We Can End TB" dengan diikuti 289 peserta dari berbagai kalangan. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menetapkan tema nasional "SATU TB: Sinergi Aksi Tuntaskan TB".
Baca juga: Pemkot Jakbar targetkan 11 ribu lebih kasus TBC terdeteksi pada 2026
Baca juga: Wamenkes: CKG dan inovasi menjadi harapan dalam mengeliminasi TBC RI
Baca juga: Srikandi penjemput dahak
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·