Kelompok Hizbullah secara resmi menyatakan tidak terlibat dalam insiden serangan maut yang menyasar pasukan perdamaian UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan pada Minggu, 19 April 2026. Peristiwa yang terjadi di area Ghandouriyeh-Bint Jbeil tersebut mengakibatkan seorang personel militer Prancis tewas serta tiga orang rekan lainnya mengalami luka-luka.
Pihak Hizbullah mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapi tuduhan yang diarahkan kepada mereka segera setelah peristiwa tersebut mencuat ke publik melalui laporan AFP.
"Hezbollah membantah keterlibatannya dalam insiden yang terjadi dengan pasukan UNIFIL di daerah Ghandouriyeh-Bint Jbeil," demikian pernyataan Hizbullah, dilansir AFP, Minggu (19/4/2026).
Selain membantah keterlibatan personelnya, kelompok yang mendapat dukungan dari Iran ini juga memperingatkan berbagai pihak agar tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan tanpa bukti yang kuat.
Kelompok Hizbullah mendesak "kehati-hatian dalam membuat penilaian dan menetapkan tanggung jawab" ujar pernyataan resmi tersebut.
Hizbullah saat ini lebih memilih untuk memantau proses hukum dan penyelidikan formal yang dilakukan oleh otoritas keamanan setempat guna mengungkap fakta sebenarnya di lapangan.
Ia meminta agar menunggu hasil investigasi militer Lebanon atas insiden tersebut.
Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron bereaksi keras atas hilangnya nyawa prajuritnya dalam misi perdamaian tersebut dan langsung menunjuk keterlibatan Hizbullah dalam unggahan di media sosial.
"Semuanya mengarah pada Hizbullah yang bertanggung jawab atas serangan ini," kata Macron di X.
Kecaman serupa juga datang dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang merujuk pada temuan awal lapangan oleh unit Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mengenai dalang di balik serangan itu.
Guterres mengatakan berdasarkan kajian awal oleh Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), menemukan bahwa serangan itu dilakukan oleh kelompok yang didukung Iran tersebut.
Korban tewas dalam insiden ini telah diidentifikasi sebagai Sersan Staf Florian Montorio, yang menurut laporan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin, terkena tembakan langsung saat unitnya terjebak dalam penyerangan mendadak ketika menuju pos terdepan UNIFIL.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·