Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial TikTok mengeklaim bahwa Purbaya Yudhi Sadewa meminta investor yang mengeluhkan pungutan liar (pungli) dan birokrasi di Indonesia untuk mencari negara lain sebagai tujuan investasi.
Unggahan tersebut menampilkan kutipan seolah-olah Purbaya mengatakan, “Kalau tidak cocok dengan kebijakan kita, silakan cari negara lain”.
Narasi itu kemudian disertai klaim bahwa pemerintah tidak peduli terhadap keluhan investor mengenai iklim investasi di Indonesia.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Kalau tidak cocok dengan kebijakan kita, silahkan cari negara lain
Saat Investor Mengeluh Pungli, Jawabannya Justru “Cari Negara Lain
Pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang mempersilahkan investor asing mencari negara lain jika tidak cocok dengan kebijakan Indonesia menuai sorotan. Respons ini muncul setelah Kamar Dagang China di Indonesia (CCCI) mengeluhkan sejumlah hambatan investasi, termasuk dugaan pungli, birokrasi berbelit, dan perubahaan aturan yang mendadak.”
Namun, benarkah Purbaya meminta investor mencari negara lain jika mengeluhkan pungli dan birokrasi?
Unggahan yang menarasikan Purbaya sebut agar investor CCCI cari negara lain untuk investasi. Faktanya, Kemenkeu menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait pernyataan Purbaya tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan konteks pernyataan aslinya. (TikTok)Penjelasan:
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Purbaya Yudhi Sadewa maupun pemerintah yang meminta investor meninggalkan Indonesia karena mengeluhkan pungli dan birokrasi.
Faktanya, kutipan dalam unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi atau potongan informasi yang tidak utuh.
Dalam berbagai kesempatan, pemerintah justru menegaskan komitmennya untuk memperbaiki iklim investasi, menyederhanakan regulasi, dan memberantas praktik pungutan liar.
Selain itu, melalui laman resmi Kementerian Keuangan, pemerintah menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait pernyataan Purbaya tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan konteks pernyataan aslinya.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Purbaya Yudhi Sadewa meminta investor mencari negara lain karena mengeluhkan pungli dan birokrasi merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
Klaim: Hoaks
Rating: Purbaya sebut agar investor CCCI cari negara lain untuk investasi
Cek fakta: Hoaks! Foto Raja Salman serahkan bantuan Rp10 miliar ke Menkeu Purbaya
Cek fakta: Hoaks! Purbaya tantang Luhut untuk transparansi program MBG
Baca juga: Menkeu Purbaya: Dari 142 aduan masuk kanal hambatan usaha, 45 tuntas
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·