Hong Myung&bo Targetkan Patahkan Rekor Dunia di Piala Dunia 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pelatih Tim Nasional Korea Selatan Hong Myung-bo bersiap memecahkan rekor dunia sebagai figur dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia saat mendampingi timnya menghadapi Republik Ceko dalam laga pembuka Grup A di Stadion Guadalajara, Meksiko, pada Jumat, 12 Juni 2026.

Pertandingan perdana ini menjadi momen bersejarah bagi Hong Myung-bo untuk mencatatkan penampilan ketujuhnya di putaran final Piala Dunia, baik sebagai pemain maupun pelatih. Catatan monumental tersebut resmi melampaui rekor legenda sepak bola asal Brasil, Mario Zagallo, yang mengoleksi enam partisipasi sepanjang kariernya.

Juru taktik berusia 57 tahun tersebut tercatat pernah tampil sebagai pemain pada Piala Dunia edisi 1990, 1994, 1998, dan 2002. Setelah pensiun, ia menjabat sebagai asisten pelatih pada edisi 2006, menjadi pelatih kepala pada 2014, hingga kembali memimpin skuad Taegeuk Warriors di Amerika Utara pada tahun ini.

Saat memimpin Korea Selatan lolos ke semifinal sebagai kapten pada tahun 2002, Hong mengaku memikul beban psikologis yang sangat berat, terutama dalam laga krusial menghadapi Spanyol di babak perempat final.

"Lolos ke semifinal adalah hal yang paling krusial, tetapi secara pribadi, itu adalah momen yang sangat menegangkan. Tekanan yang saya rasakan luar biasa besar. Menunggu giliran saya dalam adu penalti mungkin merupakan bagian tersulit. Lebih dari segalanya, saya merasa lega karena semua itu sudah terlewati," ungkap Hong seraya tertawa dalam wawancara eksklusif bersama FIFA.

Keberhasilan bersejarah pada edisi 2002 tersebut turut mengantarkan Hong meraih penghargaan Bola Perunggu (Bronze Ball). Prestasi itu menjadikannya sebagai pesepak bola Asia pertama dan satu-satunya yang berhasil membawa pulang penghargaan individu bergengsi tersebut.

Kendati memiliki rekam jejak yang gemilang di masa lalu, Hong menegaskan bahwa dirinya enggan mengungkit romantisme sejarah tersebut kepada para pemain generasi saat ini demi menjaga fokus mental mereka.

"Saya tidak ingin apa yang kami capai pada 2002 menjadi beban bagi skuad saat ini. Saya ingin mereka melihat Piala Dunia sebagai panggung untuk dinikmati, bukan untuk ditakuti," tegasnya.

Secara khusus, mantan bek tengah legendaris ini memberikan perhatian kepada kapten sekaligus bintang utama tim nasional saat ini, Son Heung-min, agar tidak merasa terbebani oleh ekspektasi publik yang masif.

"Son sekarang adalah pemain yang berpengalaman, dan pengalaman itu membuatnya paham apa saja yang dibutuhkan. Saya berharap dia tidak memberikan tekanan yang terlalu besar pada dirinya sendiri, tetap menjaga kondisi fisik yang prima. Saya selalu berusaha membantu meringankan beban tersebut kapan pun saya bisa," tutur Hong.

Hong melihat adanya perkembangan mental yang sangat positif dari skuad modern Korea Selatan, terutama karena banyak pilar tim yang kini merumput di liga-liga top Eropa sehingga tidak lagi memiliki rasa cemas di panggung internasional.

"Banyak pemain kami yang merumput di Eropa, dan saya rasa hal itu telah menghilangkan rasa takut yang mungkin pernah mereka rasakan terhadap panggung dunia. Jika para pemain kami terus menumbuhkan rasa percaya diri dan membangun rasa saling percaya, saya yakin kami bisa menjadi salah satu tim papan atas, alih-alih sekadar tim yang sesekali menciptakan kejutan," tutup Hong.

Kesiapan taktik dan fisik tim terus diasah dalam sesi latihan di Guadalajara demi meraih hasil positif pada pertandingan pembuka. Di samping persiapan teknis, federasi juga meluncurkan seragam baru bertema 'Tiger’s Ambush' dengan motif harimau putih untuk laga kandang dan motif bunga berwarna Bold Violet untuk laga tandang.

Dukungan moral bagi timnas Korea Selatan juga datang langsung ke Meksiko, di mana sejumlah selebritas ternama seperti Winter dan Karina dari grup idola aespa serta penyanyi Kwon Eun Bi dilaporkan berangkat untuk memberikan semangat langsung di stadion.