Huawei Cetak 160 Talenta Digital Asia Pasifik di Jakarta

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sekretariat ASEAN di Jakarta menjadi lokasi penyelenggaraan babak final The 10th Huawei ICT Competition Asia Pacific pada Rabu, 13 Mei 2026, guna memperkuat kapasitas talenta digital di kawasan regional. Dilansir dari Medcom, ajang bertema Connection, Glory, and Future ini mempertemukan 160 finalis untuk mengasah keahlian pada jalur Cloud dan Network.

Kompetisi berskala internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara Huawei dengan ASEAN Foundation dalam upaya menjembatani kesenjangan antara kurikulum akademik dan kebutuhan industri teknologi global. Sejak pertama kali digelar pada 2015, inisiatif ini telah menarik partisipasi lebih dari 170.000 mahasiswa yang berasal dari 2.000 universitas di 80 negara.

Sebanyak 160 peserta yang berlaga di Jakarta merupakan hasil saringan ketat dari babak penyisihan yang diikuti lebih dari 8.000 pendaftar di seluruh Asia-Pasifik. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi digital kawasan ASEAN yang diprediksi menembus nilai USD 2 triliun pada tahun 2030.

Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, memberikan penegasan mengenai urgensi pengembangan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci utama kemajuan kawasan di masa depan.

"Talenta TIK bukan lagi sebuah pilihan, melainkan fondasi utama bagi daya saing, inovasi, dan pertumbuhan inklusif di seluruh kawasan ASEAN," tegas Dr. Kao Kim Hourn, Sekretaris Jenderal ASEAN.

Pemerintah dan organisasi regional memandang bahwa penguasaan teknologi komunikasi dan informasi merupakan modal dasar bagi inovasi yang berkelanjutan. Hal senada disampaikan oleh pihak manajemen Huawei mengenai peran strategis para peserta dalam menghadapi tantangan sosial melalui solusi teknologi.

"Talenta TIK bukan lagi sebuah pilihan, melainkan fondasi utama bagi daya saing, inovasi, dan pertumbuhan inklusif di seluruh kawasan ASEAN," kata Peter Pan Junfeng, Vice President Huawei Asia Pacific.

Melalui penyelenggaraan edisi ke-10 ini, program tersebut diarahkan untuk mencetak pemimpin digital baru yang mampu menjadi arsitek transformasi global. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem Asia-Pasifik yang lebih cerdas dan terkoneksi.