Hull City resmi mengamankan tiket babak play-off Premier League setelah menaklukkan Norwich City dengan skor 2-1 di hadapan pendukungnya sendiri pada akhir musim reguler Championship. Keberhasilan ini membawa klub milik Acun Ilicali tersebut finis di peringkat keenam klasemen dengan torehan 73 poin.
Hasil tersebut memastikan langkah tim berjuluk The Tigers untuk memperebutkan satu tempat promosi ke kasta tertinggi sepak bola Inggris. Dijadwalkan Hull City akan menjamu Millwall pada pertandingan semifinal leg pertama yang berlangsung Jumat, 8 Mei 2026, pukul 22.00 waktu setempat.
Pemilik klub Hull City, Acun Ilicali, memuji kualitas penyelesaian akhir striker andalannya, Oli McBurnie, yang dinilai menjadi sosok kunci dalam ketajaman tim. Ilicali meyakini kemampuan sang penyerang akan tetap impresif jika bermain di kompetisi lain.
"Gerçek anlamda söylüyorum, Fenerbahçe’de olsa 25 golün altına düşmez. Ne gelirse atıyor, adamın özelliği bu." kata Acun Ilicali dalam keterangannya melalui TV8.
Selain membahas performa pemain, Ilicali memberikan kredit khusus kepada sang pelatih, Sergej Jakirovic, yang dianggap berhasil membangkitkan mentalitas bertanding tim. Ia menyebut Jakirovic sebagai sosok utama di balik transformasi Hull City musim ini.
"Bu takıma ruh verdi. En önemli başarı onun. Çünkü oyuncuları futbol olarak geliştirdiği gibi başka hocaların kullanmadığı oyuncuları da ilk 11'e soktu. Hocamızla çok uyumlu çalıştığımızı düşünüyorum. O daha rahat çalışsın diye elimden geleni yaptım. Çok büyük bir mutluluk benim için. Hull City taraftarının gurur duyacağı bir yerde olacağımızdan eminim. Bu güzel şehri ve bu harika taraftarları Premier Lig'e taşımak için her şeyimi vereceğim. Onların hak ettiği yer orası" ujar Acun Ilicali.
Manajer Hull City, Sergej Jakirovic, mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan timnya adalah perubahan pola pikir sejak hari pertama ia menjabat. Jakirovic menyatakan bahwa para pemain telah bekerja keras untuk membuktikan keraguan banyak pihak di awal musim.
"İlk basın toplantısında özellikle mantalitemizin değişmesi gerektiğini söylemiştim. İlk günden beri bu yönde çok çalıştık. Futbolcularım da buna inandı. Tabi ki sezon boyunca şans da lazım. Ancak bu işin anahtarı çok çalışmak." tutur Sergej Jakirovic kepada Sabah.
Mantan pelatih Kayserispor tersebut juga menjelaskan tantangan berat melatih di Championship yang memiliki jadwal sangat padat dibandingkan liga-liga lainnya. Ia menekankan faktor kelelahan fisik sebagai perbedaan mencolok yang harus dihadapi timnya.
"Geçen sezon, aralarında önemli oyuncuların da olduğu çok sakatlık yaşandı. Geldiğimizde takımı bir çöküntünün içinde bulduk. Kazanma duygusunu yukarı çıkarmak kolay olmadı. Mantalitem her zaman kazanmak üzerine. Bu da kulüp yapısıyla ve başkan Acun Ilıcalı ile uyuştu." ucap Sergej Jakirovic.
Meski target awal manajemen hanya berada di posisi 10 hingga 15 besar, Jakirovic merasa bangga bisa membawa tim melampaui ekspektasi tersebut. Ia menegaskan bahwa posisi enam besar telah mereka tempati secara konsisten sejak bulan November lalu.
"Sezon başı hedefi 10-15 arasındaydı. Geldiğimiz noktada herkesi şaşırttık. Bu başarı gelince de daima yukarısına baktık. Arkana bakmıyorsun. Championship zorlu bir lig. Herkesi şaşırtmak bizi mutlu ediyor." kata Sergej Jakirovic.
Ia menambahkan bahwa intensitas pertandingan di Inggris sangat menguras tenaga karena tim harus bermain dua kali dalam sepekan tanpa jeda panjang. Hal ini menjadi pembeda utama dengan pengalamannya saat melatih di Liga Turki.
"En büyük fark maç sayısı. Türkiye'de eğer Avrupa'da kupalarında oynamıyorsanız haftada 1 maç yapıyorsunuz. Burada ise haftada 2 karşılaşmaya çıkıyorsunuz. 4 ayda toplam 26 maç oynadık. En büyük fark bu. Hiç ara olmadan 26 maç oynadık. Nefes olacak vakit yok." jelas Sergej Jakirovic.
Selain fokus pada liga, Jakirovic juga memberikan pandangannya terhadap pemain bintang di Liga Turki seperti Victor Osimhen yang menurutnya memiliki dampak luar biasa bagi tim. Ia menilai mentalitas pemain kelas dunia sangat berpengaruh dalam penentuan gelar juara.
"Victor Osimhen harika bir oyuncu. O olmadığında Galatasaray çok zorlanıyor. Onun saha içinde neler yaptığının farkını görebiliyorsunuz. Geçen sezon Galatasaray, Kayserispor ile oynanan maçta zorlandı ama kazandılar. Ve o maçta şampiyonluğu elde ettiler. Osimhen'in inanılmaz bir mantalitesi var. Ligin bitmesine 2 hafta daha vardı. Normalde oyuncu tatili gidebiliyor. Ama o kaldı ve oynadı. O yüzden çok değerli bir oyuncu." tutur Sergej Jakirovic.
Menghadapi tantangan Piala Dunia 2026, Jakirovic optimistis negara asalnya, Bosnia-Herzegovina, serta Timnas Turki di bawah asuhan Vincenzo Montella dapat melaju jauh. Ia percaya kedua tim tersebut memiliki potensi besar untuk lolos dari fase grup.
"Bosna Hersek'in gruptan da çıkabileceğine inanıyorum. Dünya Kupası'na renk katan ülkelerden biri olacaktır." kata Sergej Jakirovic.
Pelatih berusia 49 tahun tersebut juga memberikan dukungan bagi perkembangan sepak bola Turki yang menurutnya dihuni banyak pemain berbakat. Ia memprediksi kesuksesan serupa bagi tim nasional Turki di kancah internasional.
"Montella, Türkiye ile gerçekten çok iyi iş çıkarıyor. Türkiye'nin yıldız oyunculardan oluşan güçlü bir takımı var. Ondan da iyi işler bekliyorum. Türkiye de Bosna Hersek gibi gruptan çıkmayı başaracaktır. Buna gerçekten inanıyorum." papar Sergej Jakirovic.
Mengenai refleksi perjalanan kariernya, Jakirovic mengaku kini lebih matang dalam mengelola emosi dibandingkan sepuluh tahun lalu. Ia menyadari bahwa tanggung jawab sebagai pelatih jauh lebih besar karena harus memikirkan seluruh anggota tim.
"Sakın ol Sergej' derdim. 'Rahat ol.' Çünkü bu durum zaman zaman başımı ağrıttı." ujar Sergej Jakirovic.
Ia menegaskan bahwa kecintaannya pada dunia sepak bola tidak tergantikan oleh profesi apa pun di dunia ini. Baginya, setiap detik yang dihabiskan di lapangan hijau memberikan makna mendalam bagi hidupnya.
"Hayat futbolsuz benim için çok anlamsız olurdu. Onsuz asla olmaz. Tüm hayatım sahada geçti." tegas Sergej Jakirovic.
Terakhir, ia menyoroti perbedaan mendasar antara menjadi pemain dan pelatih, terutama dalam hal beban stres dan tanggung jawab kolektif. Jakirovic kini merasa lebih tertantang untuk menjaga performa tim dalam sisa laga krusial.
"Sorumluluk... Futbolcu olarak sadece kendini düşünüyorsun. Teknik adam olarak ise düşünmeniz gereken 50 kişi var. Bu iş daha stresli ve zor." kata Sergej Jakirovic menutup pernyataannya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·