Akses jalan yang rusak parah di Kampung Kikasam, Desa Turus, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, memaksa seorang warga bernama Elis (31) ditandu menggunakan bambu dan sarung pada Minggu (19/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah ia menjalani proses persalinan di rumah sakit.
Kondisi infrastruktur yang tidak memadai menjadi hambatan utama bagi Elis untuk mencapai kediamannya, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak keluarga mengambil langkah darurat tersebut karena kendaraan tidak dapat melintasi jalur menuju pemukiman mereka dengan aman.
"Akses jalan yang sangat prihatin, sehingga pasien terpaksa untuk ditandu," kata Hadi, adik kandung Elis.
Insiden pemulangan Elis dalam kondisi ditandu ini berlangsung pada Jumat (17/4). Sebelumnya, Elis mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan untuk melahirkan anak ketiganya, namun nyawa sang bayi tidak berhasil diselamatkan.
"Anaknya tidak selamat," kata Hadi.
Pihak medis mengizinkan Elis meninggalkan rumah sakit setelah kondisinya dinyatakan pulih. Meski demikian, perjalanan menuju rumah menjadi tantangan berat karena keluarga harus berjalan kaki memikul tandu sejauh kurang lebih 1 kilometer.
"Keluarga sepakat untuk menandu sampai rumah dengan jarak kurang lebih 1 kilometer," kata Hadi.
Menurut keterangan keluarga, kejadian warga yang harus ditandu karena akses jalan buruk bukan merupakan fenomena baru di wilayah tersebut. Hadi mengungkapkan bahwa kerabat lainnya pernah mengalami kejadian serupa saat membutuhkan akses kesehatan.
"Sering, bahkan bibi saya juga ditandu pas pulang dari RS Banten 2 tahun lalu," kata Hadi.
Kerusakan infrastruktur di jalan penghubung antara Kecamatan Sukaresmi dan Patia ini diklaim telah berlangsung selama puluhan tahun. Masyarakat setempat mengeluhkan ketiadaan perbaikan yang signifikan sejak lama.
"Dari saya lahir 2001 sampai sekarang 2026 belum ada perubahan perihal infrastruktur," kata Hadi.
Hadi menyampaikan kekecewaannya karena jalur utama yang menyokong mobilitas warga ke pusat kota dan pasar tersebut belum tersentuh pembangunan. Ia mendesak pemerintah segera memperbaiki fasilitas jalan agar kejadian serupa tidak terus berulang menimpa warga lain.
"Jalan ini termasuk jalan utama bagi lalu lintas masyarakat, yang sering dilalui ketika mau bepergian ke arah kota ataupun ke pasar," kata Hadi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·