Kementerian PU Pulihkan 107 Ruas Jalan dan 43 Jembatan di Sumatera

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berhasil memulihkan fungsi 107 ruas jalan dan 43 jembatan nasional di Pulau Sumatera yang sempat terdampak bencana guna menjamin kelancaran distribusi logistik pada Minggu (19/4/2026). Upaya percepatan ini memastikan konektivitas utama di wilayah terdampak kembali beroperasi penuh untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Data pemulihan infrastruktur menunjukkan sebanyak 94 persen atau 2.277 ruas jalan daerah dari total 2.421 titik terdampak telah dapat dilalui kembali. Selain itu, dilansir dari Detikcom, sebanyak 792 unit jembatan daerah dari total 1.181 unit juga sudah beroperasi kembali demi mendukung aktivitas ekonomi wilayah.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa tantangan teknis pada infrastruktur nasional pascabencana telah ditangani secara cepat oleh tim di lapangan tanpa kendala yang berkepanjangan.

"Kalau jalan dan jembatan nasional tidak ada masalah. Memang ada longsor, tapi dalam hitungan kurang dari 24 jam sudah bisa kita bereskan," ujar Dody, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Fokus penanganan kini diarahkan ke Provinsi Aceh yang masih mengalami kendala cuaca ekstrem dan tumpukan material lumpur di bagian hilir. Pemerintah menginstruksikan percepatan pengerjaan di titik-titik krusial tersebut agar dampak bencana tidak meluas.

"Progres di Aceh, masalah utamanya sebenarnya lumpur dan hari ini pun masih hujan. Dengan kondisi seperti ini, pekerjaan harus dipercepat," ujar Dody.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, pembangunan struktur pengendali sedimen atau sabo dam mulai dijalankan lebih awal untuk menghalangi kayu dan material hulu turun ke pemukiman.

"Saya lihat di jalan nasional ke arah Gayo Luwes masih banyak kayu. Saya takut ini akan turun lagi ke Tamiang," kata Dody.

Proyek tersebut tetap dipacu meskipun jadwal pengerjaan sebenarnya belum memasuki tahapan konstruksi utama demi perlindungan warga di kawasan hilir.

"Jadi, Kementerian PU mulai mengerjakan pekerjaan sabo dam-nya walaupun belum seharusnya dimulai," sambungnya.

Pemerintah juga meningkatkan koordinasi dengan BMKG untuk modifikasi cuaca serta melibatkan masyarakat melalui program padat karya guna membersihkan kawasan permukiman di Pidie Jaya dan Aceh Tamiang. Sektor layanan air minum pun menunjukkan kemajuan dengan 165 unit SPAM atau sekitar 94 persen telah kembali fungsional.

Dody Hanggodo memberikan instruksi khusus kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk memastikan pemantauan rutin hingga ke daerah terpencil guna mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur darurat.

"Saya sudah titip pesan ke PPK untuk sering-sering melakukan pengecekan ke pelosok. Sehingga, kalau ada tempat yang butuh jembatan, bisa segera kita tangani dengan bekerja sama dengan TNI AD agar logistik tidak terganggu," tegas Dody.

Pada aspek ketahanan pangan, pembersihan lahan sawah dan perbaikan irigasi terus dilakukan melalui sinergi dengan Kementerian Pertanian. Seluruh proses rekonstruksi ini menerapkan prinsip pembangunan kembali yang lebih baik guna memastikan ketangguhan infrastruktur terhadap potensi bencana di masa depan.