IDAI Kawal Penanganan Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan kesiapan untuk mengawal penanganan medis dan hukum terkait dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Yogyakarta pada Rabu (29/4). Penegasan ini muncul setelah kasus tersebut menarik perhatian publik luas di media sosial.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, organisasi profesi ini menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang berjalan kepada pihak kepolisian. Langkah ini diambil guna memastikan keadilan bagi korban sembari menjaga integritas prosedur hukum yang berlaku.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan bahwa pihaknya berperan dalam memberikan bantuan tata laksana medis bagi orang tua pasien. Selain itu, IDAI bersedia hadir sebagai pemberi keterangan ahli dalam persidangan mendatang.

“Biar ranah polisi, kita saksi ahli. IDAI perannya membantu orang tua pasien, melakukan tata laksana pascatrauma pemulihan, di samping kalau dibutuhkan saksi di pengadilan,” ujar Piprim Basarah Yanuarso, Ketua Pengurus Pusat IDAI.

Pemulihan kondisi psikologis korban menjadi prioritas utama organisasi dokter anak tersebut saat ini. Penekanan diberikan pada pentingnya penanganan trauma agar dampak buruk terhadap perkembangan anak dapat diminimalisir secara efektif.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Fitri Hartanto, menambahkan bahwa diperlukan tim lintas disiplin untuk menangani kasus kekerasan. Tim tersebut idealnya terdiri dari berbagai ahli medis dan psikologis di rumah sakit.

“Kasus kekerasan pada anak itu ditangani satu tim. Ada dokter anak, obgyn, psikolog, tenaga kesehatan, psikiatri. Tim ini akan bekerja ketika ada laporan,” jelas Fitri Hartanto, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI.

Koordinasi aktif saat ini tengah dilakukan oleh tim tumbuh kembang IDAI cabang Yogyakarta untuk memantau perkembangan korban. Pendekatan terpadu tersebut sangat krusial dalam melindungi aspek fisik serta psikologis anak dalam jangka panjang.