iDIEC sebut penerapan PP Tunas harus berdampak pada kebaikan

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Indonesia Digital Empowering Community (iDIEC) Tesar Sandikapura mengatakan penerapan regulasi PP Tunas yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital harus memiliki dampak pada kebaikan baik bagi industri yang mungkin akan terdampak maupun kepada masyarakat.

“Jangan sampai regulasi ini menjadi ‘tidak seimbang’, banyak sekali terjadi ketika ada regulasi baru, ternyata yang paling dirasakan impactnya itu malah industri lokal, itu kenyataan seperti itu,” kata Tesar dalam diskusi Menciptakan Ekosistem Gim yang Sehat, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan regulasi baru terkadang membuat industri lokal menjadi kesulitan mengikuti perubahan aturan dan dikhawatirkan menjadi tidak kompetitif lagi.

Maka itu pemerintah perlu melakukan konsultasi terbuka secara rutin dengan kelompok industri, perusahaan serta konsumen yang terkena dampak dari peraturan baru mereka sampai menemukan titik aman yang adil bagi pihak-pihak terkait.

Baca juga: AGI sebut pembatasan akses gim perlu peran orang tua

Ia mengatakan pemerintah juga perlu mempertimbangkan partisipasi publik sebagai kekuatan baru di dunia digital saat ini.

Ia meyakini kehadiran PP Tunas yang sudah berlaku diciptakan untuk melindungi anak Indonesia dari konsumsi digital yang berlebihan di bawah usia 16 tahun dan juga mengakomodir pesatnya peningkatan industri game lokal maupun global.

“Apa yang dilindungi? pertama, perlindungan anak di ruang digital, tanggung jawab platform digital untuk mengatur itu, lalu penggunaan akses dan data anak agar tidak dipakai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, regulasi ini tentu tidak hanya di game online, tapi juga di media sosial, video, musik, atau aplikasi digital lainnya,” katanya.

Selain itu, PP Tunas juga diharapkan akan memberikan dampak pada aturan adiksi anak pada gawai di mana weekly spent penggunaan gawai untuk bermain game pada anak sekitar 7 jam seminggu.

Tesar mengatakan PP Tunas juga perlu kolaborasi pemerintah dengan akademisi, perusahaan industri gim, serta komunitas terutama orang tua yang masih menjadi pendamping anak usia dibawah 16 tahun.

“Menurut saya PP Tunas ini cukup langkah yang penting, karena tanpa ini, ini juga berbahaya, efek anak-anak ini terpapar mungkin tidak dirasakan tahun ini mungkin akan dirasakan 10 tahun ke depan, dengan diatur mungkin akan mengurangi dampaknya,” katanya.

Baca juga: Kemenekraf dorong kebijakan PP Tunas konsisten lindungi industri gim

Baca juga: Kemkomdigi: PP Tunas pastikan perlindungan anak di platform e-commerce

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.