Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi tajam pada pembukaan perdagangan pagi ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pukul 09:20 WIB, indeks tercatat melemah sebesar 0,2% ke posisi 7.525.
Kondisi ini terjadi setelah IHSG sempat dibuka menguat pada Kamis 23 April 2026. Saat pembukaan, indeks naik 22,8 poin atau sekitar 0,3% menuju level 7.564, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Volume perdagangan di pasar saham mencapai 8,48 miliar lembar dengan total nilai transaksi sebesar Rp2,87 triliun. Aktivitas perdagangan ini melibatkan frekuensi transaksi sebanyak 517.739 kali.
Pergerakan harga saham menunjukkan dinamika yang cukup seimbang namun cenderung negatif. Sebanyak 296 saham terpantau melemah, 281 saham menguat, sementara 154 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi.
BRI Danareksa Sekuritas menilai laju indeks cenderung tertahan meski terdapat perbaikan sentimen dari pasar global. Investor merespons positif perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai risiko ketidakpastian global. Hal ini berkaitan dengan pengaruhnya terhadap harga energi, kelancaran rantai distribusi dunia, serta minat risiko para pemodal.
Dari sisi teknikal, posisi indeks saat ini semakin mendekati area gap pada level 7.500. Area tersebut dianggap sebagai titik dukungan atau support yang cukup krusial bagi pergerakan selanjutnya.
"Jika level ini mampu dipertahankan dan terjadi rebound, maka Indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistance 7.650–7.700 dalam jangka pendek," papar BRI Danareksa.
Kondisi Ekonomi Makro dan Prediksi Broker
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan tingkat BI Rate sebesar 4,75%. Kebijakan ini diambil sebagai langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.
Bank Indonesia memproyeksikan tingkat inflasi periode 2026–2027 tetap terkendali pada sasaran 2,5% ±1%. Sementara itu, target pertumbuhan ekonomi nasional untuk tahun 2026 dipatok pada kisaran 4,9% hingga 5,7%.
"Diperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi di kisaran 7.500–7.600," tulis riset Phintraco.
Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan indeks akan bervariasi dengan kecenderungan menguat. Sentimen positif datang dari penguatan bursa Wall Street dan kenaikan harga sejumlah komoditas.
Namun, aksi jual oleh investor asing berpotensi menjadi katalis negatif. Indeks diprediksi bergerak pada rentang support 7.485–7.430 dan target resisten di level 7.600–7.655.
Panin Sekuritas menyampaikan proyeksi berbeda dengan melihat potensi pelemahan akibat kenaikan tensi geopolitik. Faktor lain yang memengaruhi adalah pelemahan harga komoditas, depresiasi rupiah, kenaikan imbal hasil obligasi, serta aliran modal asing yang keluar.
Rekomendasi Saham Pilihan
Sejumlah sekuritas memberikan daftar saham yang layak dicermati oleh investor pada perdagangan hari ini. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham RAJA, SSIA, dan ESSA.
Phintraco Sekuritas memberikan pilihan pada saham BBTN, PNLF, MIDI, ASII, serta RAJA. Sementara itu, CGS International Sekuritas mengarahkan perhatian pada saham PTBA, BMRI, BBNI, ASII, AKRA, dan SIMP.
Adapun Panin Sekuritas memilih saham SIMP, ENRG, dan ARTO untuk diperhatikan sepanjang sesi perdagangan Kamis ini.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·