Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa optimistis pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, dengan melampaui level resistance 7.000. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari Bloombergtechnoz, indeks ditutup menguat 0,5% pada posisi 7.092.
Aktivitas perdagangan sepanjang hari ini mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp17,71 triliun. Sebanyak 37,07 miliar lembar saham berpindah tangan melalui frekuensi perdagangan yang menyentuh 2,47 juta kali.
Kondisi pasar modal yang bergairah ini juga diikuti oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Mata uang Garuda terapresiasi 0,21% dan parkir di level Rp17.389/US$ pada penutupan perdagangan Rabu.
Laju IHSG bergerak nyaman di zona hijau dalam rentang level terendah 7.049 hingga mencapai puncaknya di 7.127. Dominasi penguatan terlihat dari 341 saham yang naik, berbanding 290 saham yang melemah, sementara 186 saham lainnya stagnan.
Sektor barang baku, transportasi, dan konsumen primer menjadi motor utama kenaikan indeks. Masing-masing sektor tersebut mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 1,91%, 1,82%, dan 1,41% sepanjang sesi perdagangan.
Emiten Penopang Indeks
Data Bloomberg menunjukkan bahwa pergerakan positif ini didorong oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps). Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) memimpin dengan kenaikan 7,51% ke level Rp5.225/saham.
Selanjutnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 4,94% menuju posisi Rp6.375/saham. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga memberikan kontribusi positif dengan apresiasi sebesar 1,91% di harga Rp4.820/saham.
| MORA | 6,57 |
| TPIA | 6,23 |
| BRMS | 5,27 |
| DCII | 4,93 |
| BREN | 3,33 |
| AMRT | 3,07 |
| MBMA | 2,6 |
| APIC | 2,41 |
| ENRG | 2,35 |
| SMMA | 2,26 |
Selain emiten tersebut, deretan saham unggulan dalam indeks LQ45 turut memperkuat posisi IHSG. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kenaikan fantastis hingga 10%, disusul oleh PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) yang melejit 6,47%.
Sejumlah saham komoditas dan energi juga terpantau hijau. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 6,44%, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) naik 3,43%, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meningkat 2,98%.
Analisis dan Proyeksi Teknikal
Riset dari Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa penguatan IHSG didukung oleh sentimen global, terutama koreksi harga minyak mentah brent yang turun 14% ke level US$98 per barel. Penurunan ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Secara teknikal, posisi penutupan IHSG berada di atas MA-5 dengan indikator Stochastic RSI yang mulai bergerak naik dari area jenuh jual (oversold). Kondisi ini mengindikasikan adanya perbaikan momentum untuk perdagangan selanjutnya.
Analis memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan untuk menguji level 7.150 pada Kamis, 7 Mei 2026. Panin Sekuritas juga memandang IHSG berpeluang menuju target resistance selanjutnya di level 7.238.
Meskipun demikian, investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap pola candle Doji yang terbentuk di area resistance. Penggunaan trailing stop disarankan jika indeks mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan dengan level support terdekat di kisaran 6.877 hingga 6.917.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·