Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan hasil positif, ditutup menguat 6,14% di level 7.458,49 pada Jumat (10/4/2026). Penguatan ini mengindikasikan prospek menarik bagi sejumlah saham pada pembukaan perdagangan Senin (13/4/2026).
Angka penutupan IHSG tersebut nyaris menyentuh posisi tertinggi sepanjang perdagangan, yakni 7.488,01. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh level terendah di 6.934,88 pada perdagangan Selasa siang.
Peningkatan ini didorong oleh kinerja positif beberapa sektor utama. Saham-saham barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 12,44% dalam sepekan. Disusul oleh sektor konsumen non primer yang menguat 10,97% dan sektor infrastruktur yang naik 8,77%.
Aktivitas perdagangan sepanjang minggu juga menunjukkan volume yang sangat ramai. Sebanyak 171,43 miliar saham diperdagangkan, mencerminkan tren pembelian besar-besaran. Total nilai transaksi mencapai Rp86,73 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 10,38 juta kali.
Pencapaian IHSG di zona hijau ini menyoroti sejumlah saham potensial yang layak dicermati, terutama yang menunjukkan tren uptrend dan bullish, sebagaimana disampaikan oleh Bloomberg Technoz. Analisis pasar modal menunjukkan fase konsolidasi yang sehat setelah kenaikan signifikan di kuartal pertama 2026.
Sentimen pasar global yang stabil dan optimisme terhadap kinerja domestik, terutama setelah implementasi kebijakan fiskal baru, turut memberikan ketahanan pasar. Koreksi minor yang terjadi saat ini dianggap sebagai peluang akumulasi bagi investor jangka panjang, khususnya pada sektor-sektor dengan fundamental kuat.
Sektor perbankan menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan prospek pertumbuhan laba yang solid, didukung proyeksi pertumbuhan kredit yang melampaui ekspektasi awal tahun. Selain itu, sektor barang konsumsi primer juga menunjukkan momentum positif seiring pemulihan daya beli masyarakat dan terkendalinya inflasi.
Investor disarankan untuk fokus pada perusahaan yang telah mengumumkan rencana pembagian dividen jumbo, yang mencerminkan kesehatan neraca keuangan prima. Diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci, dengan alokasi seimbang antara saham defensif dan agresif, serta penerapan strategi dollar-cost averaging (DCA) saat terjadi koreksi minor.
Pergerakan IHSG ini berlangsung di tengah isu geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasar. Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan blokade penuh di Selat Hormuz mulai Senin (13/4/2026) setelah perundingan perdamaian dengan Iran gagal. Langkah ini dikhawatirkan dapat memperburuk krisis ekonomi global.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·