Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mayoritas bursa saham di kawasan Asia mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026). Sentimen positif ini dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menjadi katalis utama pergerakan pasar.
Berdasarkan data yang dilansir dari Bloombergtechnoz, IHSG mengakhiri perdagangan di posisi 7.092 atau naik sebesar 0,5 persen dengan tambahan 35,36 poin dari hari sebelumnya. Sepanjang hari, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.127 dengan total nilai transaksi mencapai Rp17,71 triliun dari frekuensi sebanyak 2,47 juta kali.
Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 1,91 persen, disusul transportasi 1,82 persen, dan konsumen primer 1,41 persen. Sebanyak 341 saham terpantau menguat, sementara 290 saham melemah, dan 186 saham lainnya bergerak stagnan pada penutupan perdagangan hari ini.
Kondisi hijau ini selaras dengan bursa Asia lainnya seperti KOSPI Korea Selatan yang melonjak 6,45 persen serta Shenzhen Composite China yang naik 2,24 persen. Penguatan ini mengikuti tren positif bursa Amerika Serikat pada penutupan sebelumnya di mana Nasdaq, S&P 500, dan Dow Jones kompak berakhir di zona hijau.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal kuat mengenai adanya kemajuan dalam negosiasi dengan Iran untuk mencapai kesepakatan final. Trump mengumumkan akan menangguhkan sementara langkah bantuan militer di Selat Hormuz guna memberikan ruang bagi proses diplomasi tersebut.
"Project Freedom (memandu kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan untuk waktu singkat untuk melihat apakah perjanjian dapat difinalisasi dan ditandatangani," tulis Trump sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz melalui media sosial pribadinya.
Langkah diplomasi ini berdampak langsung pada harga minyak mentah Brent yang merosot lebih dari 14 persen ke level 98 dolar AS per barel. Pelemahan juga terjadi pada dolar AS yang sebelumnya menjadi aset lindung nilai utama selama ketegangan di Timur Tengah berlangsung.
Trump juga dijadwalkan akan membahas isu Timur Tengah ini saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam KTT di Beijing pada 14-15 Mei mendatang. Ia menyatakan bahwa pemimpin China tersebut menunjukkan sikap yang kooperatif terkait pembahasan konflik ini.
"Itu akan menjadi salah satu topik bahasan, tapi dia bersikap sangat baik mengenai hal ini," ujar Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih.
Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping di Beijing pekan depan telah dikonfirmasi oleh pejabat Gedung Putih akan tetap berjalan sesuai rencana. Sebelumnya, agenda pertemuan penting ini sempat tertunda satu kali akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar keuangan global.
| Top Gainer | PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) | 34,2% |
| Top Gainer | PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) | 34% |
| Top Gainer | PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) | 25% |
| Bursa Asia | KOSPI (Korea Selatan) | 6,45% |
| Bursa Asia | Shenzhen Comp. (China) | 2,24% |
| Bursa Asia | SETI (Thailand) | 1,81% |
| Bursa Asia | CSI 300 (China) | 1,45% |
| Bursa Asia | SENSEX (India) | 1,22% |
| Bursa Asia | Hang Seng (Hong Kong) | 1,22% |
| Bursa Asia | PSEi (Filipina) | 1,17% |
| Bursa Asia | Shanghai Composite (China) | 1,17% |
| Bursa Asia | Weighted Index (Taiwan) | 0,91% |
| Bursa Asia | Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) | 0,87% |
| Bursa Asia | KLCI (Malaysia) | 0,54% |
| Bursa Asia | Straits Times (Singapura) | 0,14% |
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·