Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan penguatan sebesar 41,69 poin atau 0,56 persen ke level 7.500,19 pada Senin (13/4/2026).
Kenaikan ini menjadikan bursa domestik sebagai yang paling kuat di kawasan Asia, di tengah tren pelemahan yang melanda mayoritas indeks saham utama di kawasan tersebut.
Berdasarkan data Stockbit, total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia hari ini menyentuh angka Rp19,83 triliun dengan volume perdagangan mencapai 42,09 miliar lembar saham.
Meski IHSG menguat, indeks LQ45 justru mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,016 persen ke posisi 746,36 dengan frekuensi transaksi total mencapai 2,54 juta kali.
Pencapaian hari ini memperbaiki posisi IHSG yang pada Jumat (10/4/2026) lalu ditutup pada level 7.458 dengan catatan arus modal asing keluar sebesar USD205 juta dalam sepekan.
Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan signifikan atau top gainers di antaranya adalah PT Bekasi Asri Pemula (BAPA) yang melonjak 34,12 persen dan PT Natura City Developments (CITY) naik 34,02 persen.
Sementara itu, saham dengan nilai transaksi tertinggi atau top value dipimpin oleh PT Petrosea (PTRO) senilai Rp1,28 triliun dan PT Barito Pacific (BRPT) sebesar Rp1,03 triliun.
Kondisi berbeda terjadi pada nilai tukar rupiah yang parkir di level Rp17.098 per dolar AS, melemah sekitar 8 poin atau 0,047 persen dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi.
Sentimen pasar global dilaporkan masih mengalami volatilitas tinggi, terutama dipengaruhi oleh dinamika pembicaraan damai dan situasi geopolitik di Selat Hormuz yang masih menjadi perhatian investor.
Di kawasan Asia, Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 0,75 persen dan Hang Seng Hong Kong turun 0,91 persen, sementara Straits Times Singapura juga terkoreksi 0,29 persen.
Hanya indeks SSE Composite China yang mampu mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,06 persen ke level 3.988,56 pada penutupan perdagangan sore ini.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·