IHSG Parkir di Level 7.500 Menyusul Penguatan Sektor Energi

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,56 persen ke level 7.500,19 pada akhir perdagangan Senin (13/04/2026). Pergerakan positif ini didorong oleh dominasi delapan sektor yang menghijau dengan sektor energi sebagai pemimpin kenaikan sebesar 2,64 persen.

Kenaikan indeks pada hari ini ditopang oleh lonjakan signifikan sejumlah saham emiten besar. Dilansir dari Detik Finance, saham BRPT tercatat melonjak 14,36 persen, diikuti oleh TPIA yang naik 6,58 persen, serta BREN yang menguat 4,74 persen.

Meskipun demikian, laju penguatan IHSG sempat tertahan oleh koreksi pada sektor keuangan yang turun 1,31 persen. Beberapa saham perbankan besar mengalami pelemahan, seperti BBCA yang terkoreksi 1,87 persen dan BMRI yang turun 1,50 persen.

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih dengan nilai mencapai Rp626,14 miliar di pasar reguler. Jika dihitung secara keseluruhan di seluruh pasar, total pembelian bersih oleh pemodal asing menyentuh angka Rp396,77 miliar sepanjang hari perdagangan.

Sentimen positif juga datang dari bursa Amerika Serikat yang kompak berakhir di zona hijau, dengan kenaikan Dow Jones sebesar 0,63 persen. Pasar global merespons positif peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang turut mengerek nilai ETF Indonesia (EIDO) sebesar 1,06 persen.

Dari sisi kinerja emiten, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,35 persen menjadi Rp76,60 triliun sepanjang tahun 2025. Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,32 triliun, tumbuh 17,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Fokus pada segmen menengah ke atas menjadi strategi untuk menjaga kestabilan bisnis di tengah dinamika pasar," kata manajemen PT Erajaya Swasembada Tbk dalam keterangannya terkait strategi perusahaan yang kini memiliki 2.333 gerai ritel.

Sementara itu, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) telah menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp330,36 miliar atau setara Rp45 per saham. Keputusan pembagian laba tahun buku 2025 ini telah disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 8 April lalu.

Jadwal cum dividen ARNA di pasar reguler ditetapkan pada 16 April 2026 mendatang. Manajemen merencanakan pembayaran dividen tersebut kepada para pemegang saham yang berhak pada tanggal 28 April 2026.