Imigrasi: Ada 15 Sponsor 320 WNA Operator Judi Online

Sedang Trending 2 jam yang lalu

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengidentifikasi sponsor yang menjamin keberadaan 320 warga negara asing (WNA) terduga sindikat dalam operasi 75 situs judi online internasional yang bermarkas di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Para sponsor yang terlibat diduga bertanggung jawab dalam mendatangkan ratusan WNA tersebut.

“Teridentifikasi sebanyak 15 pihak penjamin atau sponsor yang bertanggung jawab atas keberadaan para WNA tersebut di Indonesia," kata Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dalam keterangannya dikutip dari Antara pada Jumat, 15 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ditjen Imigrasi bekerja sama dengan kepolisian dalam joint investigation untuk mendalami dugaan tindak pidana keimigrasian yang dilakukan 320 WNA tersebut. Pendalaman dilakukan sejak 320 WNA tersebut dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi atau Rudenim Jakarta dan Ditjen Imigrasi pada Ahad, 10 Mei 2026.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI atau Bareskrim Polri mengklaim telah mengantongi data sponsor operasi judi online tersebut. Polisi masih akan menyelidiki lebih lanjut peran pihak-pihak yang mengendalikan para WNA.

"Terkait dengan sponsor, saat ini kami sudah mendapatkan datanya. Hanya nanti kami perlu pengembangan untuk proses berikutnya," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Wira Satya Triputra di Hayam Wuruk Tower pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Wira menyampaikan, selain Ditjen Imigrasi, kepolisian turut berkoordinasi dengan instansi lainnya untuk mengungkap jaringan internasional di balik operasi judi online tersebut. Pihaknya juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mendalami aliran dana dari operasi tersebut.

“Kami akan melakukan penelusuran, baik itu aliran dana maupun sponsor daripada pelaku yang didatangkan ke sini, termasuk siapa yang menyewa dan menyediakan sarana prasarana bagi mereka,” tutur dia.

Polisi menangkap 320 WNA dan satu WNI di lantai 20 dan 21 gedung itu. Mereka tertangkap tangan saat sedang bekerja sebagai operator judi online. Wira mengatakan para WNA itu berasal dari berbagai negara di Asia, mayoritas dari Vietnam sebanyak 228 orang. Selain itu ada 57 warga Cina, 11 orang asal Laos, 13 asal Myanmar, 3 orang asal Malaysia, 5 orang warga Thailand, dan 3 warga Kamboja.

Menurut Wira, para WNA ini bekerja sebagai operator, telemarketer, bagian keuangan, hingga koordinator. Mereka juga tinggal di apartemen atau hotel yang ada di sekitar gedung. "Sebagian dari mereka tahu tujuannya ke sini untuk bekerja di judi online," kata Wira.

Hammam Izzuddin berkontribusi dalam penulisan artikel ini.