IMO Matangkan Rencana Evakuasi Ratusan Kapal di Selat Hormuz

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Organisasi Maritim Internasional (IMO) sedang merampungkan skema evakuasi bagi ratusan kapal yang terjebak di Selat Hormuz, Teluk Persia pada Selasa, 21 April 2026. Langkah ini diambil setelah armada komersial tertahan selama lebih dari tujuh pekan akibat eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Rencana penyelamatan tersebut dirancang untuk memulihkan arus lalu lintas di jalur pelayaran vital tersebut. Berdasarkan laporan Bloombergtechnoz, Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez menjelaskan bahwa implementasi rencana tersebut masih menunggu kondisi keamanan di lapangan membaik.

"rencana tersebut hanya dapat diaktifkan ketika ada tanda-tanda deeskalasi yang jelas." kata Arsenio Dominguez, Sekretaris Jenderal IMO di sela Pekan Maritim Singapura.

Otoritas maritim dunia kini tengah menyusun prioritas keberangkatan kapal yang saat ini masih tertahan di zona konflik. Pengaturan teknis akan mempertimbangkan durasi waktu awak kapal yang terisolasi di perairan tersebut demi memastikan keselamatan personel di atas kapal.

"Perincian yang sedang dibahas termasuk urutan keberangkatan kapal, tergantung pada lamanya waktu awak kapal terdampar, di antara faktor-faktor lainnya," tambah Arsenio Dominguez.

Prosedur transit nantinya akan menggunakan jalur navigasi resmi yang sudah ditetapkan sejak beberapa dekade lalu melalui koordinasi negara-negara di kawasan tersebut. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan atau gangguan keamanan selama proses evakuasi berlangsung.

"Setiap transit akan mengikuti rute yang telah lama ada — Skema Pemisahan Lalu Lintas yang diusulkan oleh Iran dan Oman dan diadopsi oleh IMO pada 1968," kata Arsenio Dominguez.