Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada sektor manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tren ekspansi pada April 2026, yakni berada di angka 51,75 poin setelah bulan lalu juga ekspansi di 51,86 poin
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Rabu menyampaikan dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, 16 subsektor mencatat ekspansi, sementara tujuh subsektor mengalami kontraksi.
Menurutnya, subsektor yang mengalami ekspansi memiliki kontribusi sebesar 78,9 persen terhadap PDB industri pengolahan di bulan April, sehingga ekspansi masih didominasi oleh subsektor yang memiliki share besar pada PDB industri maupun nasional.
"Dua subsektor dengan IKI tertinggi adalah industri pengolahan tembakau KBLI 12, serta industri kertas dan barang dari kertas KBLI 17," katanya.
Sementara itu, tujuh subsektor yang mengalami kontraksi meliputi industri minuman, tekstil, kayu dan barang dari kayu, bahan kimia, barang galian bukan logam, barang logam bukan mesin, serta alat angkut lainnya.
Dari sisi variabel produksi, IKI mengalami perlambatan, nilai pesanan baru turun 0,77 poin menjadi 51,43, dan produksi turun 0,21 poin menjadi 51,34.
Baca juga: Kemenperin: Pembebasan bea masuk LPG kabar baik industri petrokimia
Sebaliknya, persediaan produk meningkat 1,66 poin menjadi 53,13. Indeks pada perusahaan berorientasi ekspor mencapai 52,28, masih ekspansi meski turun 0,45 poin dibanding Maret 2026, sementara perusahaan berorientasi pasar domestik naik menjadi 50,90 poin.
Kemenperin mencatat dampak krisis energi global hanya terbatas pada beberapa subsektor tertentu. Secara umum, 72,5 persen responden menilai kondisi kegiatan usaha menurun dibanding bulan sebelumnya, meskipun optimisme enam bulan ke depan tetap tinggi di angka 70,1 persen.
Baca juga: Kemenperin pastikan RI tak mengalami deindustrialisasi, justru menguat
Baca juga: Kemenperin perkuat literasi IKM kriya-fesyen, pacu daya saing global
Baca juga: Kemenperin perkuat sertifikasi penyangrai pacu kualitas kopi RI
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·