Pemerintah India menyatakan kecaman keras terhadap aksi serangan yang menyebabkan sebuah kapal kargo kayu terbakar dan tenggelam di perairan Teluk Oman pada Rabu dini hari, 13 Mei 2026. Insiden tersebut melibatkan kapal berbendera India bernama Haji Ali yang sedang menempuh perjalanan dari Somalia menuju Sharjah, Uni Emirat Arab.
Kementerian Perhubungan India melalui Sekretaris Tambahan, Mukesh Mangal, memberikan keterangan resmi mengenai peristiwa tersebut di New Delhi. Dilansir dari Bloombergtechnoz, seluruh awak kapal yang berjumlah 14 orang berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian oleh pihak berwenang setempat.
"Semua 14 awak kapal diselamatkan oleh Penjaga Pantai Oman," kata Mukesh Mangal, Sekretaris Tambahan di Kementerian Perhubungan India.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan mengenai adanya ledakan di atas kapal yang diduga akibat serangan rudal atau drone menurut analisis badan intelijen maritim Vanguard. Awak kapal terpaksa meninggalkan muatan ternak mereka setelah kondisi kapal tidak lagi memungkinkan untuk dipertahankan di tengah laut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri India turut memberikan penegasan mengenai posisi negara tersebut dalam menjaga keamanan jalur pelayaran komersial. India menekankan perlunya jaminan keamanan bagi navigasi sipil di wilayah strategis seperti Selat Hormuz yang masih rawan konflik.
"Serangan terhadap kapal komersial, awak kapal sipil, dan pembatasan navigasi harus dihindari," kata Randhir Jasiwal, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India.
Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa Haji Ali sempat bersandar di pelabuhan Berbera, Somaliland, pada 19 April sebelum akhirnya berangkat kembali pada 6 Mei. Kapal tersebut terpantau berhenti mengirimkan sinyal pada 12 Mei di sebelah utara Muscat saat sedang mengangkut muatan ternak menjelang musim ibadah haji.
Hingga saat ini, otoritas India belum mengidentifikasi pelaku di balik serangan tersebut atau dari mana serangan itu diluncurkan. Insiden ini menambah ketegangan di jalur air sekitar Iran dan Amerika Serikat meskipun terdapat jalur aman yang sempat dinegosiasikan untuk pengangkutan komoditas energi.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·