Jakarta (ANTARA) - Pelaku perdagangan aset kripto atau crypto exchange Indodax menyatakan industri aset digital kini dituntut untuk tumbuh secara lebih transparan, bertanggung jawab, serta mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap layanan keuangan digital.
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian menyatakan industri keuangan digital Indonesia kini memasuki fase yang semakin matang, di mana kepercayaan, perlindungan konsumen, dan inklusi keuangan menjadi faktor utama dalam menentukan keberlanjutan pertumbuhan industri.
"Pertumbuhan industri kripto dan crypto exchange Indonesia saat ini harus diimbangi dengan perlindungan konsumen, transparansi, dan tata kelola yang kuat agar ekosistem dapat berkembang secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna platform aset keuangan digital telah mencapai 17,17 juta pengguna dengan total 77,32 juta transaksi sepanjang tahun berjalan.
"Dalam industri aset digital, kepercayaan bukan hanya faktor pendukung, tetapi fondasi utama," ujar Aloysia dalam Rapat Umum Anggota AFTECH 2026.
Menurut dia penguatan regulasi dan literasi menjadi dua elemen penting dalam membangun industri aset digital yang lebih matang.
Ke depan, tambahnya pertumbuhan industri aset digital Indonesia akan semakin ditentukan oleh kemampuan pelaku industri dalam menjaga keseimbangan antara inovasi, perlindungan konsumen, dan tata kelola yang baik.
"Dengan dukungan regulasi yang semakin matang serta kolaborasi antara regulator dan industri, kami optimistis ekosistem keuangan digital Indonesia dapat terus berkembang secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan," katanya.
Senada dengan itu Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Pandu Sjahrir menegaska industri keuangan digital Indonesia kini memasuki fase yang lebih matang, pelaku industri tidak lagi hanya berfokus pada perebutan pangsa pasar, melainkan mulai menempatkan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama pertumbuhan industri.
Menurut dia penting membangun inovasi yang "secure by design" dan "responsible by design", agar perkembangan teknologi keuangan dapat memberikan dampak nyata bagi sektor riil dan masyarakat luas.
Ia menilai industri digital Indonesia saat ini memiliki cerita pertumbuhan yang positif dan semakin menunjukkan fondasi bisnis yang lebih sehat dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Sementara itu Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan inovasi di sektor keuangan digital harus berjalan seiring dengan perlindungan konsumen dan penguatan kepercayaan publik.
Menurutnya, pertumbuhan industri tidak boleh hanya berorientasi pada ekspansi bisnis semata, tetapi juga perlu memastikan keamanan dan keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang.
Dia menegaskan teknologi seperti artificial intelligence, big data analytics, cloud computing, hingga blockchain akan semakin berperan sebagai enabler dalam memperluas inklusi dan efisiensi layanan keuangan digital, termasuk menjangkau masyarakat dan pelaku usaha yang sebelumnya belum terlayani secara optimal.
Baca juga: Tokocrypto nilai penurunan transaksi kripto RI imbas tekanan global
Baca juga: Indodax: Pengguna aset kripto tumbuh 1,43 persen jadi sinyal positif
Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·