Indonesia dukung semua upaya perdamaian dan stabilitas Myanmar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan Indonesia mendukung setiap upaya yang membawa perdamaian dan kestabilan politik di Myanmar.

"Intinya, segala upaya yang membawa kedamaian dan kestabilan politik di Myanmar, yang dilakukan oleh internal Myanmar sendiri, kita dukung," kata Sugiono dalam wawancara singkat di Jakarta, Kamis.

Menurut Sugiono, Indonesia menilai pemilu di Myanmar dapat diterima jika mampu mendorong perdamaian, gencatan senjata, pelaksanaan konsensus lima poin, serta berlangsung secara inklusif bagi seluruh masyarakat Myanmar.

Dalam konteks tersebut, lanjutnya, Indonesia pun mengirimkan pengamat untuk memantau proses pemilu secara objektif.

Baca juga: Thailand dukung kembalinya Myanmar ke dalam ASEAN

Apabila pemerintahan baru Myanmar diakui secara inklusif oleh rakyat Myanmar dan mampu membawa perdamaian serta menyelesaikan persoalan domestik, kata Sugiono, maka itu harus dihormati.

Dia juga menegaskan bahwa pada prinsipnya, Indonesia mendukung setiap upaya internal Myanmar yang bertujuan menciptakan stabilitas politik dan perdamaian.

Terkait kemungkinan kehadiran pemimpin baru Myanmar dalam KTT ASEAN di Filipina, Sugiono mengatakan Filipina masih mencermati perkembangan dan kemajuan situasi. Keputusan bersama akan diambil melalui konsensus negara-negara ASEAN, ujar Sugiono.

Baca juga: Myanmar berikan pengampunan besar-besaran, Aung San Suu Kyi termasuk

Mantan pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing, resmi dilantik sebagai presiden baru Myanmar pada 10 April 2026.

Min Aung Hlaing memenangi pemungutan suara di parlemen pada 3 April 2026, dengan meraih 429 dari total 500 suara yang tersedia.

Pemilu pertama sejak 2020 di Myanmar itu digelar dalam tiga tahap periode Desember 2025 hingga Januari 2026, setelah hampir lima tahun pemerintahan militer di bawah status darurat diberlakukan akibat ancaman keamanan nasional pada Februari 2021.

Pemilu tersebut dimenangkan oleh Partai Persatuan, Solidaritas, dan Pembangunan—yang sebelumnya memimpin pemerintahan Myanmar periode 2011 hingga 2015—dengan mantan jenderal senior Min Aung Hlaing sebagai kandidat presiden terpilih.

Baca juga: Presiden Myanmar serukan persatuan antara pemerintahan baru dan rakyat

Baca juga: Min Aung Hlaing lanjutkan kekuasaan sebagai Presiden Myanmar

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.