MENTERI Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia berhasil meraup investasi senilai hampir Rp 1.400 triliun dalam tiga bulan terakhir. “Ini hampir 60 persen dari target investasi Indonesia di tahun ini. Jadi sebenarnya 60 persen dikerjakan Pak Anindya Bakrie,” kata Airlangga, di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat menyampaikan sambutan dalam seminar Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Kedutaan Besar Inggris.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Airlangga menjelaskan proses aksesi Indonesia untuk masuk ke OECD tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga melibatkan kalangan pebisnis. Airlangga pun mengatakan pemerintah menjalin hubungan sangat erat dengan Kadin. Itu sebabnya, kata Airlangga, Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie selalu ikut dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
Politikus Golkar itu mengatakan dalam waktu tiga bulan terakhir Indonesia menandatangani nota kesepahaman senilai hampir Rp 1.400 triliun dengan Korea, Jepang, dan Amerika Serikat.
Adapun proses tinjauan teknis aksesi Indonesia untuk masuk ke OECD berlanjut di semester kedua tahun ini. “Akan ada technical review di Juli. Tentu kita berharap, karena ini kan sector by sector, harapannya bisa terus berproses,” kata dia. Airlangga menilai keanggotaan OECD dapat memperkuat hubungan dagang dan investasi Indonesia di tengah ketidakpastian.
OECD merupakan organisasi internasional beranggotakan 38 negara yang berfungsi sebagai platform multilateral untuk kebijakan ekonomi pembangunan. Setidaknya ada tiga sektor yang sedang ditinjau oleh OECD, yaitu lingkungan, perdagangan, dan kebijakan digital.
Hubungan Indonesia dan OECD dimulai pada 2007 ketika Indonesia menjadi mitra kunci. Status Indonesia kemudian berubah menjadi negara kandidat aksesi pada Maret 2024.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·