InJourney Airports Bantah Pelaku Pencurian Tas Mewah Karyawan Perusahaan

Sedang Trending 25 menit yang lalu

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mengonfirmasi bahwa oknum petugas kargo yang terlibat sindikat pencurian 108 tas bermerek Lululemon bukan merupakan bagian dari karyawan perusahaan. Penegasan ini muncul usai pengungkapan kasus pencurian barang ekspor oleh Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (15/5/2026).

Pihak manajemen melakukan klarifikasi tersebut guna meluruskan status kepegawaian para pelaku yang diamankan pihak kepolisian di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Informasi mengenai status hukum dan perkembangan kasus tersebut dilansir dari Detikcom.

Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, memberikan pernyataan resmi mengenai posisi perusahaan terhadap para oknum petugas kargo tersebut.

"Perlu kami sampaikan bahwa pelaku yang diamankan bukan merupakan karyawan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta," ujar Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Soekarno-Hatta.

Manajemen bandara mengimbau agar seluruh entitas bisnis yang beroperasi di lingkungan pelabuhan udara tersebut untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas dan kepatuhan hukum demi menjaga reputasi fasilitas publik tersebut.

"InJourney Airports meminta kepada seluruh pekerja di seluruh perusahaan atau entitas yang ada di kawasan bandara untuk selalu mematuhi peraturan dan ketantuan, tidak melanggar hukum, dan bersama-sama menjaga nama baik Bandara Soekarno-Hatta," imbuh Yudistiawan.

Pihak pengelola bandara juga memastikan bahwa mereka membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi pihak berwajib untuk mengusut tuntas pelanggaran hukum di area layanan jasa kargo.

"Manajemen Bandara Soekarno-Hatta senantiasa berkoordinasi dengan Polres Soekarno-Hatta, dan kami akan memberikan bantuan serta dukungan yang dibutuhkan untuk kasus ini hingga tuntas," ujar Yudistiawan.

Komitmen manajemen mencakup penguatan pengawasan pada seluruh lini operasional logistik guna menjamin keamanan serta kelancaran aktivitas di bandara. Sinergi antar stakeholder akan terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi pengguna jasa.