Inspiring Asia Micro Film Festival buka ruang pemberdayaan komunitas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia berupaya membuka ruang untuk pemberdayaan komunitas melalui digelarnya kompetisi pembuatan film pendek.

“Melalui pendekatan kreatif seperti film pendek, kami melihat peluang untuk mengangkat praktik-praktik tersebut agar dapat dipelajari, direplikasi, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Head of Strategic & Impact Communications Tanoto Foundation Deviani Wulandari melalui siaran pers, Kamis.

Deviani menyampaikan banyak praktik baik di tingkat komunitas, baik dalam pengasuhan anak, pendidikan, maupun kesehatan, yang sebenarnya memiliki dampak nyata, namun belum banyak diketahui secara luas.

Padahal di tengah kompleksitas tantangan sosial, peran komunitas semakin krusial sebagai penggerak perubahan di tingkat akar rumput. Mulai dari inisiatif pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi kreatif, berbagai upaya resiliensi demi pemberdayaan komunitas terus bermunculan.

Baca juga: Desa Selebung Lombok Tengah sabet penghargaan nasional film pendek

Dia menilai kehadiran kompetisi film pendek tahunan tingkat Asia itu merupakan cara yang baik untuk mengangkat isu-isu sosial melalui medium film pendek.

Dengan mengusung tema "Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving", berbagai kalangan, mulai dari sineas, pelajar, komunitas, social enterprise hingga organisasi didorong untuk memperluas pemahaman publik tentang pentingnya pemberdayaan komunitas, meningkatkan keterhubungan antar inisiatif lokal, serta membuka ruang bagi cerita-cerita yang selama ini kurang terdengar agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad turut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengasah kepekaan sosial sekaligus kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Baca juga: AWKI dorong pelajar produksi film pendek bertema kebangsaan

“Pemimpin masa depan di era AI bukan hanya mereka yang mahir menggunakan teknologi, tapi mereka yang mampu menggali isu sosial dengan kritis dan empati, menawarkan gagasan yang relevan, dan menggerakkan orang lain untuk peduli," katanya.

Tahun ini, kompetisi menghadirkan terobosan baru dengan kategori Best AI Film Award guna mendorong inklusivitas dalam bercerita. Inovasi AI memungkinkan para kreator untuk meruntuhkan batasan produksi konvensional yang seringkali mahal dan rumit, sehingga mereka dapat berfokus sepenuhnya pada kekuatan pesan penguatan komunitas yang ingin disampaikan.

Kompetisi ini mengajak peserta untuk menghasilkan film pendek yang merekam dinamika, tantangan, dan dampak dari inisiatif komunitas.

Baca juga: IKJ-SMA Muhammadiyah 3 jalin kerja sama kembangkan film pendek

Proses seleksi menggunakan mekanisme community vetting, di mana karya yang lolos seleksi awal akan dipublikasikan dan dinilai juga berdasarkan dukungan publik sebelum melalui kurasi dewan juri.

Adapun kategori kompetisi yang dihadirkan yakni Best Micro Film Award, Best Project Award dan Best AI Film Award.

Finalis dari Indonesia akan melaju ke tingkat Asia dalam rangkaian Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 dan berpeluang melaju ke Grand Final di Manila, Filipina untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara di Asia.

Baca juga: McDonald's rayakan hari jadi dengan film pendek "Sepenuhnya Indonesia"

Diketahui pendaftaran kompetisi akan mulai dibuka hingga 30 Juni 2026 dan terbuka bagi berbagai kalangan.

Berikutnya tahap seleksi internal dilakukan pada 1 sampai 15 Juli, pengumuman semi finalis dan onboarding pada tanggal 16 sampai 20 Juli, community vetting pada 21 Juli hingga 11 Agustus, evaluasi dan penilaian akhir mulai 12 sampai 16 Agustus dan pengumuman finalis pada 17 Agustus 2026.

Adapun jadwal untuk regional screening & awarding pemenang akan dilakukan pada bulan September 2026.

Baca juga: Samuel Wattimena: Film pendek jangan berhenti sebatas festival

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.