Manajemen Inter Miami resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Javier Mascherano pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Keputusan mendadak ini diambil menyusul rangkaian performa buruk klub berjuluk The Herons tersebut pada awal musim kompetisi 2026.
Kekosongan kursi kepelatihan untuk sementara waktu akan diisi oleh Guillermos Hoyos sebagai pelatih interim. Dilansir dari Detik Sport, Hoyos dilaporkan sudah memimpin jalannya sesi latihan tim sejak Senin (13/4) guna menjaga stabilitas skuat menjelang penunjukan pelatih tetap yang baru.
Meskipun berhasil membawa Inter Miami merengkuh gelar juara MLS dan musim reguler pada 2025, posisi Mascherano mulai goyah akibat penurunan performa yang signifikan. Sebagai juara bertahan, tim ini hanya mampu mengoleksi tiga kemenangan dan tiga kekalahan dari tujuh pertandingan awal di musim 2026.
Statistik menunjukkan Inter Miami kini tertahan di peringkat ketiga klasemen Wilayah Timur dengan selisih gol yang minim, yakni surplus satu gol. Kondisi ini diperparah dengan kegagalan tim di kancah internasional setelah tersingkir oleh Nashville SC pada babak 16 besar Concacaf Champions Cup.
Performa kandang di stadion baru, Nu Stadium, juga menjadi sorotan tajam karena klub belum pernah meraih kemenangan dalam dua laga perdana di sana. Penurunan kekuatan tim ini juga dikaitkan dengan pensiunnya dua pemain veteran, Sergio Busquets dan Jordi Alba, pada akhir musim lalu.
Upaya manajemen mendatangkan tenaga baru seperti German Berterame, Micael, serta penjaga gawang terbaik MLS musim lalu, Dayne St. Clair, dinilai belum memberikan dampak instan. Pengganti yang sepadan untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Busquets dan Alba sejauh ini belum ditemukan.
Javier Mascherano meninggalkan posisinya dengan catatan 37 kemenangan dari total 67 pertandingan sejak menjabat pada November 2024. Rasio kemenangan pelatih asal Argentina tersebut selama menangani Inter Miami tercatat berada di angka 55,2 persen.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·