Aliran modal asing terus mengalir masuk ke pasar obligasi Indonesia dengan nilai mencapai US$136,6 juta secara mingguan pada Senin (13/4/2026) di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Dilansir dari Bloombergtechnoz, minat investor juga terlihat dari kenaikan penawaran masuk pada lelang Surat Utang Negara (SUN) yang mencapai Rp78,44 triliun.
Data mingguan tersebut menunjukkan akumulasi bulanan aliran dana asing telah menyentuh angka US$399,3 juta. Angka penawaran lelang SUN kemarin mengalami lonjakan sebesar 34% dibandingkan periode 31 Maret sebelumnya yang hanya membukukan nilai sebesar Rp58,22 triliun.
Kenaikan minat ini didorong oleh imbal hasil atau yield pasar obligasi domestik yang dinilai masih sangat kompetitif. Hal ini tercermin dari penurunan rata-rata tertimbang yield pada beberapa seri likuid seperti FR0109 yang turun menjadi 6,27225% dari sebelumnya 6,57944%.
"Ini menunjukkan bahwa walaupun sentimen global masih rapuh, pasar pada saat lelang justru melihat level imbal hasil SBN sudah cukup menarik," kata Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata. Ia menilai investor cenderung memilih instrumen yang paling aman secara durasi dan mudah diperdagangkan.
Meskipun pasar obligasi bergairah, S&P Global Ratings merilis laporan yang menyebut peringkat utang Indonesia menjadi yang paling rentan di Asia Tenggara. Kerentanan ini berkaitan dengan potensi konflik Timur Tengah yang berkepanjangan yang bisa memicu lonjakan harga energi dan memperlebar defisit transaksi berjalan.
Beban anggaran pemerintah juga terancam meningkat seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh level Rp17.000. Kondisi ini diprediksi menaikkan kewajiban bunga dan cicilan pokok utang valas sebesar 6,25% dibandingkan saat rupiah berada di level Rp16.000.
Hingga Februari 2026, posisi utang luar negeri pemerintah tercatat naik menjadi US$215,9 miliar dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 29,8%. Namun, posisi cadangan devisa Indonesia sebesar US$148,3 miliar dinilai masih cukup kuat untuk membiayai 5,8 bulan impor dan pembayaran utang.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·