Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengusulkan pembangunan pipa minyak baru yang menghubungkan Basra di Irak menuju Ceyhan di Turki pada Ahad (19/04/2026). Proyek ini bertujuan mengalihkan rute perdagangan minyak guna menghindari ketergantungan pada Selat Hormuz yang sering mengalami gangguan keamanan.
Pernyataan tersebut dilansir dari Bloombergtechnoz yang mengutip laporan surat kabar Turki Hürriyet mengenai upaya pengamanan pasokan energi regional. Pipa baru ini diproyeksikan menjadi solusi strategis bagi Irak yang selama ini mengandalkan Selat Hormuz untuk mengekspor sekitar 90 persen minyaknya dari ladang Basra.
"I yakin pipa minyak Basra–Ceyhan dapat menjadi proyek yang sangat menarik dan penting bagi Irak dan Turki, serta bagi keamanan pasokan regional—terutama dari perspektif Eropa," kata Birol, Direktur Eksekutif IEA.
Birol menilai situasi saat ini merupakan momentum yang tepat bagi kedua negara untuk merealisasikan infrastruktur tersebut. Ia menambahkan bahwa kendala pendanaan kemungkinan besar dapat diselesaikan jika ada kemauan politik.
"I juga yakin masalah pembiayaan dapat diatasi. Kini adalah waktu yang tepat," ujar Birol.
Usulan ini muncul setelah Iran kembali membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz pada Sabtu kemarin, hanya berselang satu hari setelah menyatakan perairan tersebut terbuka. Ketidakstabilan ini menyebabkan sejumlah kapal tanker gas alam cair (LNG) terpaksa memutar balik karena saluran maritim vital tersebut ditutup kembali.
"Vas itu sudah pernah pecah, dan sangat sulit untuk diperbaiki," kata Birol.
Menurut Birol, proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan kebutuhan mendesak bagi stabilitas energi di kawasan Eropa dan Timur Tengah.
"merupakan kebutuhan bagi Irak dan peluang bagi Turki. Ini juga merupakan peluang besar bagi Eropa dalam hal keamanan pasokan. Saya pikir ini harus dianggap sebagai proyek strategis," ujar Birol.
Agar proyek ini berjalan, pemerintah Turki dan Irak harus mencapai kesepakatan politik yang solid. Birol meyakini bahwa Eropa akan memberikan dukungan pembiayaan karena kepentingan mereka terhadap keamanan pasokan energi.
"yang menurut saya dapat tercapai," kata Birol.
Turki sebelumnya telah mengusulkan perluasan pipa minyak yang menghubungkan Ceyhan ke Kirkuk hingga menjangkau wilayah selatan sebagai bagian dari koridor perdagangan bernilai miliaran dolar. Proyek ini menjadi alternatif yang lebih realistis setelah proyek Koridor Ekonomi India-Timur Tengah-Eropa (IMEC) yang didukung AS tertangguh akibat konflik regional.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·