Teheran (ANTARA) - Wakil Menteri Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik mengatakan pelayaran melalui Selat Hormuz harus mematuhi aturan Iran setelah konflik dengan Amerika Serikat berakhir.
"Pelayaran melalui Selat Hormuz setelah berakhirnya perang akan dilakukan sesuai aturan Iran," kata Talaei-Nik pada Selasa (28/4), seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan menteri pertahanan Organisasi Kerja Sama Shanghai di Bishkek, Kirgistan.
Talaei-Nik mengatakan aturan transit akan berlaku bagi kapal komersial yang diwajibkan mengikuti protokol yang tidak membahayakan keamanan Iran.
Iran juga berencana menyusun skema navigasi Selat Hormuz bersama Oman, yang mengontrol sisi selatan selat tersebut, serta menarik pungutan dari kapal-kapal yang berlayar.
Anggota parlemen Iran telah mengajukan inisiatif legislatif terkait hal itu, sementara bank sentral dilaporkan membuka empat rekening dalam rial, yuan, dolar, dan euro untuk mengumpulkan biaya transit.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.
AS dan Iran kemudian mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada awal April, yang dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad, tetapi berakhir tanpa terobosan.
Di tengah kebuntuan, AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Arab Saudi peringatkan ancaman terkait Selat Hormuz di DK PBB
Baca juga: Angkatan bersenjata Iran bertanggung jawab ambil tindakan Hormuz
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·